Logo Header Antaranews Jogja

Naik, dolar AS

Kamis, 7 September 2023 05:59 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas bank menghitung uang dolar AS. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU/aa.

New York (ANTARA) - Kurs dolar AS naik terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis pagi WIB membalikkan penurunan awal.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,05 persen menjadi 104,8613 pada akhir perdagangan.

Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa-jasa final AS dari Global S&P yang disesuaikan secara musiman tercatat 50,5 pada Agustus, turun tajam dari 52,3 pada Juli. Indeks Komposit direvisi lebih rendah dari 50,4 menjadi 50,2, terendah sejak bulan Februari.

“Data survei memberikan petunjuk meningkatnya risiko stagflasi, karena tekanan harga yang keras disertai dengan aktivitas bisnis yang hampir terhenti,” kata Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di S&P Global Market Intelligence.

Dolar melemah secara moderat setelah laporan tersebut, sebelum kemudian rebound, karena Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada Rabu (6/9/2023) bahwa PMI non-manufaktur naik menjadi 54,5 bulan lalu, angka tertinggi sejak Februari dan naik dari 52,7 pada Juli.

Peluang pasar untuk kenaikan suku bunga Fed sebesar seperempat poin pada November naik menjadi sekitar 60 persen, dari hampir 50 persen, setelah indeks jasa-jasa ISM pada Agustus dan pengukuran terkait harga dan lapangan kerja meningkat tajam.

“Jelas bahwa perekonomian AS masih jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan sebagian besar negara-negara G10 lainnya dan memiliki risiko yang jauh lebih kecil untuk memasuki resesi,” kata Helen Give, pedagang valuta asing di Monex USA di Washington.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026