
Atasi ketegangan, kedua Korea diminta berdialog

Beijing (ANTARA) - China mengharapkan dua negara tetangganya, Korea Utara dan Korea Selatan, berdialog agar Semenanjung Korea tetap damai, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin kepada media di Beijing pada Jumat.
Korea Utara menembakkan sekitar 200 peluru artileri ke perairan lepas pantai baratnya Jumat pagi sehingga pemerintah Korea Selatan memerintahkan penduduk Pulau Baengnyeong dan Pulau Yeonpyeong agar mengungsi.
"Kami mengetahui bahwa Korea Selatan dan AS baru-baru ini melakukan latihan gabungan skala besar di wilayah perbatasan Korea Utara-Korea Selatan, dan Korea Utara juga melakukan latihan artileri pagi ini," kata Wang.
Dia menegaskan bahwa China mengikuti perkembangan di Semenanjung Korea dengan cermat setelah belakangan sikap permusuhna antara pihak-pihak terkait meningkat sehingga ketegangan memuncak di Semenanjung Korea.
"Dalam situasi saat ini, kami berharap pihak-pihak terkait dapat bersikap tenang dan menahan diri untuk tidak memicu ketegangan dan menghindari eskalasi lebih jauh guna menciptakan kondisi yang memungkinkan dimulainya kembali dialog," kata Wang.
Aksi Korea Utara itu adalah untuk kesekian kalinya mereka melakukannya setelah membatalkan perjanjian militer antar-Korea 2018 pada November.
Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan mengaku mendeteksi tembakan artileri dari Tanjung Jangsan dan Tanjung Deungsan, yang dua-duanya berada di wilayah pesisir barat daya Korea Utara, mulai 09.00 hingga 11.00 pagi waktu setempat.
Artileri itu jatuh ke zona penyangga maritim di utara Garis Batas Utara (NLL) yang merupakan perbatasan maritim de facto dengan Laut Kuning.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China berharap kedua Korea berdialog atasi ketegangan
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
