Guitar Quartet 4.13 mengharumkan nama bangsa di Jepang

id Guitar Quartet 4.13,grup kuartet,kuartet gitar,musik klasik,lagu daerah,Jepang

Guitar Quartet 4.13 mengharumkan nama bangsa di Jepang

4.13 Guitar Quartet yang beranggotakan Ricky Oktariza Hermansyah, Ryan Gredy Aprianno, Jefri CD Simangunsong dan Fajar Apriadi menyabet dua penghargaan bergengsi di Tokyo, Jepang. (4.13 Guitar Quartet)

Tokyo (ANTARA) - Kuartet grup asal Jakarta, 4.13 Guitar Quartet, mengharumkan nama Indonesia di Negeri Sakura dengan menyabet dua penghargaan, yakni Prize Winner dan Harumi Award dalam The 36th Japan International Gutar Ensemble Festival di Tokyo.

Grup yang beranggotakan Ricky Oktariza Hermansyah, Ryan Gredy Aprianno, Jefri CD Simangunsong dan Fajar Apriadi itu berhasil memikat hati juri dengan membawakan lagu daerah Bali “Janger” dan “A Furiosa” karya Paulo Bellinati.

Kepada Antara saat dihubungi di Tokyo, Senin, Ricky mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi tak ternilai terhadap karya mereka.

“Ketika karya kami sendiri dihargai, kebetulan ini di luar negeri di Jepang, ternyata mereka lebih menghargai musisi terutama yang mengangkat kearifan lokal,” katanya.

Grup jebolan Universitas Negeri Jakarta itu unggul dibandingkan lima peserta lain dari Jepang yang awalnya dianggap lebih mumpuni ketimbang musisi dari Indonesia, baik secara teknik maupun dari kultur gitar klasik.

Namun, dengan persiapan maksimal yang singkat selama dua hingga tiga bulan, 4.13 mampu menampilkan karya yang segar di urutan pamungkas kompetisi tersebut.

Menurut penilaian juri, kedua repertoar itu menyajikan paket lengkap antara musikalitas dan budaya lokal.

“Teknik ada, musikalitas ada, balancing kalau kita bicara grup tidak bisa bisa individu tapi keseluruhan itu juga oke, dinamika, tune production, mereka sangat salut dengan performa kami,” ujar Ricky.

Ricky mengatakan pemilihan lagu “Janger” dengan aransemennya sendiri bukan tanpa alasan. Selain karena waktu persiapan terbatas, juga energi yang muncul dari tiap petikan gitar lagu tersebut berbeda dibandingkan dengan lagu daerah lainnya di Indonesia.

Dia bercerita aransemen yang dibuat sejak 2018 itu telah mengalami perkembangan hingga saat ini.

Guna membawa suasana Pulau Dewata yang kental, grup tersebut juga menghadirkan instrumen tradisional Bali, yakni ceng-ceng yang berpadu pada senar gitar pertama dan ketiga.

“Saya terapkan timbre atau warna suara itu ke gitar dan gimana caranya biar mendekati idiom gamelan secara instrumentasi,” ujar Ricky.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Guitar Quartet 4.13 harumkan nama bangsa di negeri Sakura
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024