Banjir di Jaksel, warga mengungsi akibat ketinggian air hingga 95 cm

id Banjir,jakarta,BPBD,jakarta selatan

Banjir di Jaksel, warga mengungsi akibat ketinggian air hingga 95 cm

Foto Arsip - Sejumlah pedagang kaki lima membuka lapak mereka saat banjir rob di kawasan Muara Angke, Jakarta utara, Selasa (29/4/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/Spt

Jakarta (ANTARA) - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (3/5) sore menyebabkan sejumlah wilayah di Jakarta Selatan terendam banjir, memaksa puluhan warga mengungsi dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat total enam Rukun Tetangga (RT) di tiga kelurahan mengalami banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 40 sentimeter hingga 95 sentimeter.

“Hingga pukul 18.00 WIB total ada enam RT di tiga kelurahan yang terendam banjir,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta, Sabtu.

Yohan menjelaskan dua RT di Kelurahan Cilandak Timur terendam banjir setinggi 95 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut. Sementara itu, tiga RT di Kelurahan Ciganjur terendam air setinggi 40 cm karena limpasan Kali PHB Kali Tengah, dan satu RT di Mampang Prapatan juga tergenang hingga 50 cm akibat luapan Kali Mampang.

Tidak hanya permukiman, ruas Jalan Puri Mutiara V di Kelurahan Cilandak Barat turut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm, mengganggu akses lalu lintas di wilayah tersebut.

Hingga pukul 21.00 WIB, BPBD mencatat 16 warga masih mengungsi di Mushala Al Amanah, Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan. Petugas terus dikerahkan untuk memantau dan menangani kondisi genangan di lokasi terdampak.

“Targetnya genangan air agar surut dalam waktu cepat,” ujar Yohan.

Baca juga: Jakarta banjir lagi: Enam RT di Jakbar dan Jaktim tergenang hingga 175 cm

BPBD DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air serta memastikan tali-tali air berfungsi optimal.

Pemerintah setempat bersama lurah dan camat juga disiagakan untuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir.

Beberapa wilayah yang sebelumnya tergenang, seperti satu RT di Mampang Prapatan dan tiga RT di Ciganjur, dilaporkan telah surut pada Sabtu malam.

Yohan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan lanjutan.

“Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” tegasnya.

Sebelumnya, kenaikan status siaga juga terpantau di sejumlah pos pantau sungai. Pos Pantau Pesanggrahan naik ke level siaga 3 (Waspada) pada pukul 17.00 WIB, Pos Pantau Sunter Hulu ke siaga 2 (Siaga), dan Pos Pantau Cipinang Hulu kembali ke siaga 3 (Waspada) pada pukul 18.00 WIB.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.