Pengamat: perang Iran-Israel bisa hantam ekonomi Indonesia

id NTT,Kota Kupang,perang Iran-Srael,Perang Iran-Israel,Pengamat ekonomi

Pengamat: perang Iran-Israel bisa hantam ekonomi Indonesia

Pengamat Ekonomi dari Universitas Widya Mandira Dr. Thomas Ola Langoday. ANTARA/Ho-Foto Pribadi

Kupang (ANTARA) - Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang terus memanas diyakini akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, meskipun secara langsung tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dari Universitas Widya Mandira Dr. Thomas Ola Langoday, di Kupang, Minggu (22/6).

“Indonesia walau tidak mempunyai hubungan ekonomi secara langsung dengan Israel, tetapi dengan Iran dan mitra kedua negara, seperti AS, Jerman, negara-negara Arab, jelas terganggu,” ujar mantan Wakil Bupati Lembata tersebut kepada ANTARA.

Menurut Dr. Thomas, keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik ini memperluas spektrum dampak ekonomi yang ditimbulkan, termasuk terhadap sistem produksi global.

Ia menegaskan bahwa rantai pasok (supply chain) barang dan jasa akan terganggu, baik di negara-negara yang terlibat langsung maupun di negara mitra dagang, termasuk Indonesia.

“Perang ini mengganggu banyak negara yang mempunyai hubungan dagang,” katanya.

Baca juga: Selat Hormuz terancam tutup, Pertamina ubah jalur distribusi minyak

Selain gangguan pada sisi produksi, distribusi barang dan jasa juga diprediksi akan terdampak, terutama aktivitas impor dan ekspor yang melibatkan negara-negara terkait.

Dr. Thomas menyoroti sektor-sektor vital seperti pariwisata, pendidikan, dan kesehatan yang tak luput dari potensi disrupsi.

“Dari sisi keamanan kebutuhan barang dan jasa juga terganggu seperti di sektor pariwisata, pendidikan, kesehatan dan jasa lainnya terganggu,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dalam kondisi perang, sulit berharap pada pertumbuhan ekonomi yang positif karena konflik bersenjata justru menyerap sumber daya secara masif dan merusak stabilitas pembangunan.

Baca juga: Parlemen Iran setujui penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran usai serangan AS

“Hanya dua negara yang berperang tetapi dampak negatifnya bagi semua negara mitra. Tidak ada ekonomi yang tumbuh di masa perang. Karena perang hanya menghabiskan semua sumber daya,” tegasnya.

Untuk itu, Dr. Thomas mengimbau Pemerintah Indonesia agar menjaga kestabilan rantai pasok nasional dan memperkuat diplomasi luar negeri melalui politik bebas aktif yang konsisten.

“Pemerintah Indonesia fokus saja mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, dan memacu daya beli masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga: PBB peringatkan serangan AS ke Iran perparah ketegangan

Baca juga: China kecam serangan AS ke Iran

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.