Parlemen Iran setujui penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran usai serangan AS

id selat hormuz,selat hormuz ditutup,blokade selat hormuz,pasokan minyak dunia,konflik timur tengah,perang israel iran,parl

Parlemen Iran setujui penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran usai serangan AS

Seorang Marinir AS mengamati sebuah kapal penyerang cepat Iran dari USS John P. Murtha selama transit di Selat Hormuz, Laut Arab di lepas pantai Oman, dalam gambar yang dirilis oleh Angkatan Laut AS pada Kamis (18/7/2019). ANTARA FOTO/U.S. Navy/Donald Holbert/Handout via REUTERS/wsj.

Istanbul (ANTARA) - Parlemen Republik Islam Iran secara resmi menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur laut strategis dunia untuk seluruh kegiatan pelayaran, menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.

"Parlemen telah mencapai kesimpulan bahwa Selat Hormuz harus ditutup," ungkap Mayor Jenderal Esmaeli Kowsari, anggota Komisi Keamanan Nasional di Parlemen Iran, dalam pernyataannya yang disiarkan televisi Iran, Press TV.

Penutupan Selat Hormuz dipandang sebagai langkah strategis yang bisa berdampak luas terhadap pasokan energi global. Selat ini selama ini menjadi jalur pengiriman utama sepertiga minyak mentah dunia.

Namun demikian, keputusan final masih berada di tangan otoritas tertinggi keamanan negara.

"Keputusan akhir mengenai hal tersebut akan ditetapkan oleh Dewan Keamanan Tertinggi Nasional," tegas Kowsari.

Baca juga: China kecam serangan AS ke Iran

Langkah parlemen Iran ini tak lepas dari serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat pada Minggu pagi. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer AS telah menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran yang terletak di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Serangan itu sendiri terjadi sebagai bagian dari eskalasi konflik yang dipicu oleh agresi militer Israel terhadap Iran sejak 13 Juni lalu, yang mendapat dukungan penuh dari Washington.

Di pihak Israel, otoritas setempat menyebut sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal yang diluncurkan Iran. Sebaliknya, Iran melaporkan korban yang jauh lebih besar.

“Sebanyak 430 warga Iran tewas dan lebih dari 3.500 lainnya terluka dalam serangan Israel ke negara tersebut,” kata pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Iran.

Jika penutupan Selat Hormuz benar-benar direalisasikan, krisis global diprediksi akan memburuk terutama bagi negara-negara pengimpor minyak. Para analis memperingatkan lonjakan harga minyak dan ketidakstabilan ekonomi jika jalur ini ditutup total.

Sumber: Anadolu

Baca juga: PBB peringatkan serangan AS ke Iran perparah ketegangan

Baca juga: Iran sudah prediksi serangan di situs nuklir Fordow

Baca juga: Pentagon tolak komentari pernyataan Trump soal serangan AS ke Iran



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Parlemen Iran setujui penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.