Logo Header Antaranews Jogja

Hujan lebat rusak hampir 30 ribu hektare lahan pertanian di Korsel

Rabu, 23 Juli 2025 07:05 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan menerobos banjir di bawah jembatan layang yang terendam banjir. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nym/am.

Moskow (ANTARA) - Hampir 30.000 hektare lahan pertanian rusak akibat hujan lebat yang terjadi baru-baru ini di Korea Selatan, menurut laporan kantor berita Yonhap pada Selasa.

Hujan deras selama sepekan menghancurkan lahan seluas kira-kira setara dengan 40 ribu lapangan sepak bola, menurut data dari Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Korea Selatan.

Provinsi Chungcheongnam-do mengalami kerusakan paling parah, dengan 16.710 hektare lahan pertanian terendam banjir - area terluas di antara semua wilayah.

Peternakan juga terkena dampak yang sangat besar, dengan sekitar 1,8 juta hewan, termasuk ayam, bebek, dan babi, mati akibat banjir.

Baca juga: 2.275 warga Tangerang terdampak bencana banjir

Baca juga: Banjir di Jakarta meluas hingga 51 RT, ketinggian air capai tiga meter


Kementerian tersebut memperkirakan kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan dan kenaikan harga untuk sejumlah barang pertanian, dan mengatakan akan menerapkan sejumlah langkah untuk menstabilkan pasar dan memastikan pasokan produk-produk utama.

Hujan deras yang menyebabkan banjir terus berlanjut di Korea Selatan sejak 16 Juli. Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa 19 orang tewas, sembilan orang hilang, dan lebih dari 14 ribu orang telah dievakuasi akibat kondisi cuaca ekstrem.

Ada juga laporan kerusakan luas pada properti publik dan pribadi, jalanan yang terendam banjir, dan pemadaman listrik di beberapa tempat. Namun, hujan saat ini sudah mulai mereda.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: Australia alami padam listrik akibat cuaca buruk

Baca juga: Banjir dan longsor terjang India sedikitnya 30 orang tewas dan ribuan ngungsi




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hujan lebat rusak hampir 30 ribu hektare lahan pertanian di Korsel



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026