
Kelaparan jadi ancaman nyata di Gaza, 10 warga meninggal dalam sehari

Moskow (ANTARA) - Sedikitnya 10 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kelaparan di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, sehingga total korban jiwa terkait kelaparan di wilayah tersebut kini mencapai 111 orang mayoritas anak-anak, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza pada Rabu.
“Dalam 24 jam terakhir, tercatat 10 kasus kematian akibat kelaparan dan malnutrisi di rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza,” ujar kementerian melalui Telegram.
Pada Ahad, Kemenkes memperingatkan potensi lonjakan signifikan angka kematian di kalangan warga Palestina, yang saat ini menghadapi malnutrisi dan tidak dapat menerima bantuan medis.
Lebih dari 59.000 warga Palestina tewas dan lebih 142.000 lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, berdasarkan perkiraan Kementerian Kesehatan Gaza.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa saat ini hanya tersedia sekitar 2.000 tempat tidur rumah sakit di Gaza, yang dihuni oleh sekitar dua juta jiwa. Selain itu, hanya separuh dari total rumah sakit yang masih beroperasi.
Pada 30 Juni lalu, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyampaikan bahwa Kairo bersama sejumlah mediator tengah berupaya menengahi gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza dan pembebasan sejumlah sandera Israel.
Perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas mengenai gencatan senjata kembali dilanjutkan di Doha pada 6 Juli.
Sumber : Sputnik-OANA
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor:
Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
