New York (ANTARA) - Protes anti-pemerintah bertajuk "No Kings" (Tidak ada Raja) dimulai di pusat kota New York, dengan ribuan orang turun ke jalan-jalan utama Manhattan, lapor koresponden RIA Novosti, Sabtu (18/10).
Pusat protes berada di Times Square dan jalan-jalan di sekitarnya. Hingga pukul 12.00 waktu setempat (pukul 23.00 WIB) ribuan orang berpartisipasi dalam protes tersebut, banyak yang membawa plakat yang mengkritik pemerintah saat ini, layanan imigrasi, dan lembaga penegak hukum.
Sejauh ini, protes berlangsung damai, tanpa intervensi polisi, menurut koresponden tersebut.
Baca juga: Tenaga kerja AS akan turun 15,7 juta pada 2035 akibat aturan imigrasi
Sebelumnya pada hari itu, "alasan utama" protes tersebut, Presiden AS Donald Trump, pergi untuk bermain golf akhir pekan di Florida.
Protes anti-pemerintah direncanakan pada hari itu di seluruh negara bagian Amerika serta di Washington, D.C. Itu akan menjadi gelombang kedua demonstrasi massa setelah protes serupa pertama pada pertengahan Juni.
Lebih dari 2.500 aksi protes direncanakan pada Sabtu, dengan jutaan orang diperkirakan akan berpartisipasi, kata penyelenggara.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Presiden Prabowo tiba di New York hadiri Sidang Umum PBB
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ribuan demonstran padati New York tolak kebijakan pemerintah
