Ketua DPRD Kulon Progo dorong peningkatan anggaran padat karya

id Padat karya,DPRD Kulon Progo,Kulon Progo,Aris Syarifuddin,PDI Perjuangan

Ketua DPRD Kulon Progo dorong peningkatan anggaran padat karya

Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Syarifuddin mendorong peningkatan alokasi anggaran padat karya setiap tahunnya karena program yang benar-benar menyentuh masyarakat.

Aris di Kulon Progo, Selasa, mengatakan pada 2025 ini, ada 53 titik lokasi dan pada 2026 ada 59 lokasi padat karya untuk infrastruktur bangket hingga cor jalan.

Kemudian, ada juga padat karya di sektor pertanian pembangunan jalan usaha tani dan jaringan irigasi sesuai statusnya.

"Ke depan, kami mendorong program padat karya ini untuk alokasinya juga lebih diperbanyak karena itu juga itu bagian dari program yang benar-benar menyentuh masyarakat," kata Aris.

Menurutnya, program padat karya harus terus dilakukan. Adanya padat karya ini, keterlibatan masyarakat dari proses perencanaan, dari proses pelaksanaan, hingga pengawasan.

"Keterlibatan aktif masyarakat itu terjadi di program padat karya. Tapi juga tidak tidak menafikan yang program-program yang ada lainnya juga harus kita lakukan. Karena itu juga akan menyangkut menyangkut rekanan dan sebagainya. Hanya fokus kita sesuai dengan program kita terdahulu, kita lanjutkan," katanya.

Politisi PDI Perjuangan dari Dapil I (Wates, Panjatan dan Temon) ini juga berharap program padat karya ini benar-benar untuk dilakukan di masa-masa yang datang

"Sekali lagi, program ini jelas-jelas direncanakan, dilakukan, dilaksanakan, diawasi oleh masyarakat, dan keterlibatan masyarakat benar-benar terwujud di dalamnya proaktif dari masyarakat. Pertumbuhan ekonomi, bagaimana meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga ekonomi di Kulon Progo itu tumbuh secara perlahan tumbuh kembali," katanya.

Kepala Disnaker Kulon Progo Bambang Sutrisno mengatakan pada dasarnya, Disnaker menyambut baik dan siap untuk melaksanakan karena padat karya merupakan program atau kegiatan perluasan kesempatan kerja yang berguna untuk memperbaiki infrastruktur tingkat kalurahan/kelurahan.

Selain itu, padat karya ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta mengurangi pengangguran. Minimal bisa sebagai jaring pengaman sosial dengan memberikan penghasilan sementara kepada masyarakat kurang mampu, sekaligus perbaiki infrastruktur sederhana dengan hasil yang baik sesuai standar yang ditentukan.

Padat karya 2025 ditetapkan 53 titik dan 2026 diproyeksikan sebanyak 59 titik.

"Setiap titik, alokasikan padat karya sebesar Rp100 juta. Jadi pada 2025 ini anggaran pada 2025 ini sebesar Rp5,3 miliar dan 2026 diproyeksi Rp5,9 miliar," katanya.

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.