
Pemkot Yogyakarta menerapkan strategi ganda tekan angka kemiskinan

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan strategi ganda untuk menekan angka kemiskinan dengan menyasar penanganan gejala sekaligus akar penyebab melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kemiskinan Tahun 2025 di Balai Kota Yogyakarta, Rabu, menyebut dua strategi itu, yakni simptomatis (berdasarkan gejala) dan kausatif (berdasarkan akar masalah).
"Penurunan kemiskinan tidak bisa hanya dari satu sisi. Kita harus menyentuh keduanya, baik gejala kemiskinan seperti pemenuhan kebutuhan pangan dan bantuan sosial, maupun akar penyebabnya seperti pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja," ujar dia.
Ia mencontohkan pendekatan simptomatis dilakukan melalui penguatan "food bank" dan subsidi kebutuhan pokok bagi warga rentan, termasuk janda lansia dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Pendekatan kausatif ditempuh dengan peningkatan akses pendidikan, pelatihan kerja, hingga program padat karya berbasis komunitas.
"Kita ingin masyarakat kecil bisa mandiri. Ada konsep self-limited poverty, di mana orang miskin bisa bangkit bersama lewat gotong royong dan dukungan pemerintah," kata dia.
Ia mengakui pentingnya pemerataan ekonomi berbasis komunitas, seperti pembentukan Koperasi Merah Putih yang beranggotakan warga miskin dan mengelola produksi batik sekolah, serta rencana pengembangan warung kelontong bersubsidi bagi masyarakat tidak mampu.
"Warung-warung ini nanti jadi kepanjangan tangan BUMD, menjual kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tapi hanya bisa diakses oleh warga penerima kartu bantuan," kata dia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono menyebut angka kemiskinan di Kota Yogyakarta terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data 2023, angka kemiskinan ekstrem tercatat 0,5 persen, sedangkan kemiskinan umum sekitar 6 persen.
"Kami fokus pada kantong-kantong kemiskinan di sepanjang Sungai Code, Gajahwong, dan Winongo. Jika titik-titik ini bisa tertangani, angka kemiskinan akan turun lebih cepat," ujar dia.
Ia menegaskan penanggulangan kemiskinan membutuhkan sinergi lintas sektor agar tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi warga.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
