Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan kolaborasi bersama Indonesia SDGs Center Network (ISCN) percepat pencapaian target global SDGs melalui pembangunan di tingkat paling dasar dengan pendekatan komunitas terarah dan komunikasi transparan.
Ia mengatakan, kolaborasi tersebut penting guna menjangkau persoalan yang dihadapi oleh warga desa, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
"Menurut saya, fokus SDGs itu semuanya ada di desa. Tinggal mempadupadankan dimana, bisa dibimbing gak? atau ada guidance-nya gak, terkait misalnya pembangunan desa berkelanjutan atau berkesinambungan itu," kata Mendes Yandri di Kantor Kemendes PDT, Jakarta Selatan pada Rabu.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa dirinya dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dalam hal ini para dosen di kampus.
Mendes Yandri juga berharap agar ISCN menjadi wadah bagi para kepala desa yang study visit ke Tiongkok untuk dapat diarahkan secara maksimal usai melakukan pembelajaran ke negeri tirai bambu tersebut.
Ia berharap, desa yang dipimpin kades itu dipilih sebagai percontohan untuk program atau inovasi baru sehingga kepala desa bersama perangkat dan masyarakatnya berperan penting dalam implementasi program berkelanjutan tersebut.
“Termasuk tadi juga kita sudah melepas 21 kepala desa ke Tiongkok. Itu lah pentingnya kolaborasi seperti yang saya sampaikan di mana-mana itu. Nah itu juga bisa jadi pilot project itu,” katanya.
Mendes Yandri juga menegaskan tentang pentingnya komunikasi dan sinergi antara pemerintah dan kalangan akademik dalam mendukung visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Untuk itu, pihaknya terus menggenjot kerja sama lintas sektor di berbagai bidang, seperti pembangunan infrastruktur fisik, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dengan akademisi dan komunitas itu menjadi hal penting untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan tepat sasaran bagi kebutuhan masyarakat desa.
“Nah jadi maksud saya itu tolong disupervisi, karena penting kolaborasi ini untuk meramu itu semua supaya terlayani. Karena kalau secara fisik kita, man to man kan ga mungkin. Atau desa per desa itu kan gak mungkin,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendes gandeng ISCN pastikan pembangunan desa serap aspirasi warga
