Kemendikdasmen merancang pendekatan Sahabat Sebaya perkuat layanan BK

id Kemendikdasmen ,Sahabat Sebaya,Duta Anti Kekerasan,guru bk,layanan bimbingan konseling,sman 72 jakarta

Kemendikdasmen merancang pendekatan Sahabat Sebaya perkuat layanan BK

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek Rusprita Putri Utami. ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah merancang pendekatan Sahabat Sebaya (peer to peer) guna memperkuat layanan Bimbingan Konseling (BK), sekaligus kehadiran layanan pendidikan yang aman di lingkungan sekolah.

Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami mengatakan pihaknya siap menerapkan pendekatan tersebut secara resmi pada akhir tahun ini.

“Tapi saat ini, yang juga sebentar lagi akan kami percepat, ini adalah pendekatan Sahabat Sebaya peer to peer, saat ini sedang kami kembangkan. Insya Allah akan kami mulai luncurkan dan terapkan di akhir tahun ini,” kata Rusprita usai mengisi sesi panel dalam International Conference on Cross-Cultural Religious Literacy (ICCCRL) atau Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) di Jakarta pada Rabu.

Ia mengatakan penerapan pendekatan tersebut bertujuan menghadirkan ruang aman berbagi cerita dan keluh kesah bagi peserta didik, khususnya mereka yang berada pada jenjang SMA.

Kehadiran Sahabat Sebaya, lanjutnya, akan menjadi jembatan penghubung secara emosional antara sesama murid dengan guru, tenaga pendidik, maupun orang tua murid.

Oleh karena itu pihaknya akan memperlengkapi Sahabat Sebaya dengan kemampuan konseling dasar untuk memahami kondisi psikologis maupun emosional teman sebayanya, serta kemampuan komunikasi yang asertif untuk menjadi pendengar yang baik.

“Jadi memang, kami ingin anak-anak ini bisa memiliki kemampuan komunikasi yang asertif, menjadi pendengar yang baik, setidaknya mengetahui bagaimana kondisi teman-temannya, dan mereka sekaligus jadi jembatan emosional antara murid dengan sekolah dan keluarganya. Mereka juga bisa meneruskan, jika misalnya ada kasus-kasus yang cukup berat dan harus ditangani oleh orang dewasa,” ucapnya.

Selain menjadi ruang aman, pihaknya juga mempersiapkan Sahabat Sebaya sebagai Duta Anti Kekerasan yang berperan menumbuhkan sekaligus memperkuat wawasan keberagaman, toleransi, empati, serta literasi pencegahan berbagai bentuk kekerasan diantara para murid.

Pihaknya berharap penerapan pendekatan Sahabat Sebaya dapat menekan angka kasus kekerasan maupun perundungan di kalangan peserta didik, khususnya yang terjadi di lingkungan sekolah.

“Nah, Sahabat Sebaya ini harapannya bisa memberikan dukungan psikologis awal, sekaligus nanti bisa menjadi penyambung ke guru atau orang dewasa yang dipercaya,” katanya.

Sebelumnya pada Jumat (11/11) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyebutkan terduga pelaku atau Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) punya dorongan tertentu sehingga melakukan peledakan di lingkungan masjid SMAN 72 Jakarta, pada Jumat (7/11).

"Dorongannya seperti merasa sendiri, merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik itu di lingkungan keluarga maupun lingkungannya sendiri dan di sekolah," kata Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen rancang pendekatan Sahabat Sebaya perkuat layanan BK

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.