Logo Header Antaranews Jogja

Wamendikdasmen: Dialog Bahasa Inggris harus dibiasakan

Jumat, 8 Mei 2026 20:29 WIB
Image Print
Arsip - Wakil Menteri Kemendikdasmen Atip Latipulhayat (kiri) memberikan buku tabungan dan kartu ATM kepada siswa berkebutuhan khusus saat acara sinergi Kemendikdasmen bersama Kejaksaan RI dalam Program Indonesia Pintar di Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026). Kemendikdasmen bersama Kejaksaan RI menggelar sosialisasi Program Indonesia Pintar kepada kepala dinas pendidikan se-Indonesia guna memastikan penyaluran tepat sasaran sekaligus memperkuat sinergi pengawasan melalui peluncuran aplikasi Jaga Indonesia Pintar serta penyerahan Buku Tabungan Simpel dan ATM kepada siswa penerima di satuan pendidikan. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat berpesan kepada 5.000-an guru yang mengikuti program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) agar membiasakan Bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan di kelas.

Berkaca dari pengalamannya, ia mengatakan pembelajaran Bahasa Inggris sebaiknya tidak berhenti sebagai mata pelajaran semata, melainkan harus digunakan dalam percakapan di ruang kelas sehingga guru maupun murid merasa percaya diri untuk mengucapkannya.

“Karena sampai kiamat pun, maka tidak akan menjadikan anak didik kita itu mahir berbahasa. Saya sampai SMA itu hanya bisa membaca saja, untuk listening juga masih tebal telinga, apalagi untuk speaking,” kata Atip dalam Peluncuran Program PKGSD yang disiarkan secara daring di laman YouTube Kemendikdasmen di Jakarta Pusat, Jumat.

Menurut dia, guru sebaiknya berdialog dengan murid menggunakan Bahasa Inggris selama kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.

"Singkatnya, nanti bapak dan ibu guru berdialoglah dalam Bahasa Inggris ketika pelajaran Bahasa Inggris itu," kata Atip.

Baginya, penempatan bahasa sebagai alat komunikasi di ruang kelas akan menghilangkan rasa keterpaksaan murid untuk mempelajari dan memahami bahasa tersebut sebagai bahasa baru.

Artinya, kata dia, bila sebelumnya murid itu merasa terpaksa, mereka lambat laun terbiasa mendengar dan berbicara dengan bahasa tersebut.

"Jadi bagi bahasa, tidak ada gunanya di rapor Bahasa Inggris nilainya sembilan, tapi ketika dia diajak untuk berbicara tidak paham," kata Atip.

Lebih lanjut, ia mengatakan pelaksanaan program PKGSD-MBI tersebut merupakan upaya pihaknya dalam mempersiapkan implementasi Kebiasaan Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib bagi murid kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan sebanyak 5.777 guru dari 34 provinsi dan 177 kabupaten/kota mengikuti pelatihan tahap pertama tersebut.

Adapun untuk tahun ini, pihaknya menargetkan sebanyak 10 ribu guru akan mengikuti program PKGSD-MBI.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Beri pesan, Wamendikdasmen: Dialog Bahasa Inggris harus dibiasakan



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026