Yogyakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Purworejo, menggelar simulasi penanggulangan bencana yang menyoroti potensi kebocoran pipa BBM dan kebakaran akibat gempa bumi.
Kegiatan yang berlangsung di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Rabu (10/12) tersebut bertujuan untuk menguji kesiapan dan koordinasi antar-instansi pemerintah dan stakeholder terkait saat menghadapi bencana yang melibatkan fasilitas strategis Pertamina.
Priyo Jatmiko, Manajer Supply dan Distribusi Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah, menjelaskan bahwa simulasi bencana ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggap darurat, khususnya terkait dengan fasilitas yang berpotensi menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.
'Kegiatan simulasi bencana ini adalah salah satu persiapan tanggap darurat, khususnya untuk kali ini kami mengambil skenario jika terjadi gempa bumi. Ada pipa distribusi kami yang berisi-berisi BBM," katanya.
Simulasi kali ini berfokus pada skenario jika terjadi gempa bumi yang merusak pipa distribusi BBM yang melintasi pemukiman penduduk di Kabupaten Purworejo. Akibat gempa, pipa tersebut bocor dan memicu kebakaran yang dapat menimbulkan kerusakan besar serta korban jiwa. Pipa tersebut terletak di lokasi yang rawan, sehingga kegiatan ini sangat penting untuk mempersiapkan respons yang cepat dan tepat.
Simulasi ini melibatkan berbagai tahapan mulai dari deteksi kebocoran, pemadaman api, evakuasi warga, hingga penanganan korban. Koordinasi antara BPBD, TNI, Polri, dan Pertamina berlangsung secara terpadu untuk memastikan respons yang efektif dalam situasi darurat. Pihak Pertamina juga memberikan dukungan teknis untuk penanggulangan kebakaran dan kebocoran pipa.

Selain itu, Pertamina berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi kabupaten-kabupaten lainnya di Jawa Tengah, terutama yang terletak di wilayah rawan bencana, agar juga dapat melaksanakan simulasi serupa untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Kegiatan simulasi ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengantisipasi risiko kegagalan teknologi, serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar fasilitas-fasilitas kritis.
Kepala Bidang BPBD Provinsi Jawa Tengah Wahyudi Fajar menambahkan latihan bersama simulasi keadaan darurat penanggulangan bencana tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Nomor 2 tahun 2002 4 terkait dengan sistem tanggap darurat bahan berbahaya, dan bahan beracun yang ada di Provinsi Jawa Tengah.
"Kegiatan bersama ini untuk penanggulangan bencana. Ini perlu dilaksanakan, karena terdapat jalur pipa di tengah pemukiman penduduk di Kabupaten Purworejo ini yang rawan apabila terjadi gempa," kata Wahyudi.
Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Wasit Diono menyampaikan terima kasih kepada Pertamina yang bersama stakeholder terkait menggelar latihan sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi atas hal yang tidak diinginkan.
"Semoga tidak terjadi bencana, tapi minimal kalau terjadi, udah-sudah punya gambaran langkah apa yang harus diambil, solusinya, apa, bagaimana pengamanan, dan sebagainya, serta siapa saja yang terkait, termasuk di sini ada forkopimda, dan OPD lain," kata Wasit.

