Logo Header Antaranews Jogja

Mentan tegaskan kuota impor daging sapi swasta dipangkas demi stabilitas harga

Kamis, 22 Januari 2026 18:42 WIB
Image Print
Pedagang memotong daging sapi dagangannya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan penurunan kuota impor daging sapi tahun ini merupakan langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas harga.

Usai rapat koordinasi harga pangan di Jakarta, Kamis, Amran menjelaskan kuota impor daging sapi pada 2025 mencapai sekitar 180 ribu ton. Sementara itu Pemerintah memberikan alokasi kuota impor daging sapi sebesar 30 ribu ton pada 2026 untuk importir swasta, atau sekitar 16 persen dari keseluruhan kuota impor tahun ini sebanyak sebanyak 297.000 ton.

Ia mengatakan sebagian besar kuota impor tahun ini dialihkan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar negara dapat hadir sebagai stabilisator.

“Logikanya, kalau dipegang semua oleh swasta, pemerintah sulit melakukan intervensi ketika harga bergejolak. Untuk itu, (kuota impor daging) ditarik ke BUMN sehingga negara bisa hadir sebagai stabilisator,” kata Amran.

Ia menegaskan kebijakan ini bertujuan agar pemerintah memiliki ruang kendali atas harga daging sapi di pasar.

“Kalau harga naik atau turun, negara bisa intervensi. Itu dilakukan untuk rakyat Indonesia,” ujarnya.

Amran mencontohkan pengalaman sektor perunggasan, ketika harga DOC (day old chick) sempat melonjak hingga Rp14 ribu per ekor. Pemerintah kemudian menetapkan harga Rp11 ribu agar peternak kecil tetap nyaman, namun harga tidak kunjung berubah.

“Pemerintah yang disalahkan, padahal pelakunya swasta. Inilah yang kita mau perbaiki,” kata dia.

Amran juga menyebut pemerintah telah menetapkan kuota impor sapi bakalan sebesar 700 ribu ekor yang seluruhnya dilakukan oleh swasta.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) Teguh Boediyana sebelumnya mengatakan jumlah tersebut sangat berat dan mengancam kelangsungan hidup banyak perusahaan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dengan angka minimal yang sama dengan tahun lalu.

Sejumlah asosiasi yang bergerak di sektor usaha daging mempertanyakan kebijakan Kementerian Pertanian terkait pemberian kuota impor daging sapi tahun 2026 yang dipangkas drastis dari tahun lalu tanpa ada penjelasan dari pemerintah.

"Jika tidak ada kuota yang memadai maka konsekuensinya akan terjadi gejolak dan yang paling gampang buat pengusaha adalah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)," ujar Teguh.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan: Kuota impor daging sapi swasta dipangkas demi stabilitas harga



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026