Bantul (ANTARA) - Kepolisian Resor Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar apel Gelar Pasukan sebagai bagian dari langkah memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo yang berlangsung dari 2 sampai 15 Februari 2026.
Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto dalam amanatnya saat memimpin apel di halaman Mapolres Bantul, Senin, mengatakan bahwa pengecekan akhir terhadap personel dan sarana prasarana adalah kunci keberhasilan Operasi Keselamatan Progo.
"Apel gelar pasukan ini merupakan sarana pengecekan akhir terhadap kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana penunjang. Hal ini dilakukan agar seluruh rangkaian operasi berjalan optimal dan mencapai sasaran yang ditargetkan," katanya.
Operasi Keselamatan Progo 2026 tersebut juga sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan dan meningkatkan disiplin berlalu lintas di wilayah Kabupaten Bantul, terutama menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Menurut dia langkah kepolisian ini penting dilakukan karena berdasarkan data analisa dan evaluasi Satlantas Polres Bantul selama 2025, angka pelanggaran di Bantul tercatat ada 126.154 pelanggaran yang didominasi oleh 80.388 teguran dan 40.586 tindakan tilang.
Selain itu, telah terjadi sebanyak 2.230 kasus kecelakaan pada 2025 yang merenggut 149 nyawa. Oleh karena itu, operasi Keselamatan selama 14 hari dengan melibatkan 240 personel gabungan tersebut dikerahkan untuk menyisir titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Dia mengatakan, operasi menitikberatkan pada sisi edukasi yaitu 40 persen preemtif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, 40 persen preventif berupa pengaturan dan penjagaan di titik rawan, dan 20 persen penegakan hukum melalui sistem elektronik (ETLE) dan teguran simpatik.
"Fokus utama petugas adalah menangani segala bentuk potensi gangguan yang dapat memicu kemacetan dan pelanggaran lalu lintas. Kami mengedepankan tindakan yang humanis namun tetap tegas sesuai aturan," kata Kapolres.
Kapolres juga menginstruksikan para personel di lapangan agar meniatkan tugas sebagai ibadah, menjaga kesehatan, serta menerapkan buddy system demi keselamatan diri. Selain itu, mengingatkan agar tidak ada anggota yang melakukan tindakan kontraproduktif.
"Agar seluruh personel bekerja secara profesional dan humanis. Hindari tindakan yang dapat merusak citra institusi Polri. Publikasikan kegiatan positif agar kepercayaan publik terjaga dan masyarakat teredukasi secara luas," katanya.
