Logo Header Antaranews Jogja

Ekspor fesyen dan kriya Indonesia tembus Rp476,3 triliun pada 2025

Rabu, 4 Februari 2026 15:29 WIB
Image Print
Pengunjung melihat koleksi tas kriya di salah satu stan pameran kerajinan tangan Inacraft 2026 di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan subsektor fesyen dan kriya menjadi penyumbang utama ekonomi kreatif dengan dengan total nilai ekspor mencapai 28,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp476,3 triliun (kurs Rp16.780) pada Januari—November 2025.

Teuku, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), mengatakan subsektor fesyen mencatat nilai ekspor sebesar 16,37 miliar dolar AS (sekitar Rp274,7 triliun), sementara kriya menyumbang 12,03 miliar dolar AS (sekitar Rp201,9 triliun).

“Angka ini menegaskan posisi strategis fesyen dan kriya sebagai motor penggerak perdagangan kreatif nasional,” ujarnya dalam pembukaan pameran kerajinan tangan Inacraft 2026 di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan produk kriya tidak hanya menjadi ekspresi budaya, tetapi juga berperan sebagai penggerak perdagangan global dan penambah nilai ekonomi nasional.

Peran perempuan sebagai inovator dan wirausaha, menurut dia, turut memperkuat kontribusi subsektor ini dalam memperkuat ekonomi keluarga dan daerah.

Teuku menyatakan bahwa Bekraf melalui pendekatan Hexahelix berkomitmen meningkatkan kualitas desain, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, perlindungan kekayaan intelektual, serta memperluas akses pasar nasional dan internasional.

Menurutnya, penyelenggaraan Inacraft 2026, pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara, menjadi momentum strategis bagi promosi, edukasi, kurasi, sekaligus kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem kriya nasional.

“Kami berharap agar Inacraft mampu terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kriya Indonesia yang berdaya saing, berkarakter dan berorientasi pasar global dan memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional,” ucap dia.

Inacraft 2026 digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) selama empat hari, mulai Rabu (4/2) hingga Minggu (8/2).

Asosiasi Eksportir dan Produsen Indonesia (Asephi) selaku penyelenggara menargetkan transaksi ritel mencapai Rp102,5 miliar serta kontrak dagang senilai 1,5 juta dolar AS.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekspor fesyen dan kriya RI tembus Rp476,3 triliun pada 2025



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026