Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah RI siap memperkuat integrasi sistem digital dengan Arab Saudi guna meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah, sekaligus memastikan perlindungan jamaah yang jumlahnya mencapai jutaan setiap tahun.
"Integrasi sistem ini bukan sekadar modernisasi teknologi, tetapi tentang keselamatan dan kenyamanan jamaah. Semua proses mulai dari visa, akomodasi, layanan kesehatan, hingga kepulangan harus terpantau dan terlindungi secara menyeluruh," tegas Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf dalam pernyataan diterima di Jakarta, Selasa.
"Pelayanan haji dan umrah bagi jamaah Indonesia harus cepat, aman, dan nyaman, tanpa ada hambatan teknis maupun administratif," tambahnya.
Komitmen itu disampaikan Menhaj dalam acara forum Saudi-Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah, Arab Saudi pada Senin (16/2).
Dalam kesempatan itu, di memastikan Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap modernisasi layanan haji dan umrah sejalan dengan Saudi Vision 2030. Salah satu fokus teknis utama adalah penguatan konektivitas data dengan sistem Saudi, termasuk optimalisasi platform Nusuk Masar untuk kontrak hotel dan manajemen layanan jamaah.
Baca juga: Kemenhaj: Standar dapur haji di Mekkah berkualitas-citarasa nusantara
Baca juga: Bulog tawarkan Beras Haji Nusantara ke importir Arab Saudi
Selain itu, Indonesia mengusulkan fleksibilitas mekanisme penggantian visa jamaah yang batal berangkat agar kuota tidak hangus.
"Setiap kuota adalah hak umat. Kami berharap ada mekanisme fleksibel hingga mendekati hari keberangkatan, agar slot tidak terbuang sia-sia," ujar Menhaj.
Indonesia juga meminta kejelasan teknis terkait pembayaran Dam (denda) tamattu melalui sistem digital, sehingga prosesnya lebih praktis dan tidak membingungkan jamaah.
Integrasi sistem ini diharapkan mempercepat proses administrasi, memperkuat pengawasan, dan meningkatkan respons terhadap kondisi darurat. Menurut pemerintah, langkah ini menjadi fondasi penting menuju tata kelola haji dan umrah yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada kenyamanan jamaah.
Baca juga: KPK tegaskan penetapan Yaqut sebagai tersangka sudah sesuai prosedur
Baca juga: Bulog menjajaki pembangunan gudang di Kampung Haji Arab Saudi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI-Arab Saudi perkuat integrasi digital pelayanan haji dan umrah
