Logo Header Antaranews Jogja

Bejo Jahe Merah dukung mudik gratis Jateng 2026

Selasa, 17 Maret 2026 15:12 WIB
Image Print
Bejo Jahe Merah kembali berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis yang diselenggarakan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah. ANTARA/HO-Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya kembali berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis yang diselenggarakan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah dan tahun ini, lebih dari 16.000 pemudik diberangkatkan menuju 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah menggunakan 320 bus yang disediakan.

Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category PT Bintang Toedjoe Andry Mahyudi mengatakan partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen Bejo untuk hadir di berbagai momen penting masyarakat Indonesia, termasuk saat perjalanan pulang kampung.

“Lebaran selalu identik dengan kehangatan silaturahmi bersama keluarga. Bejo Jahe Merah ingin ikut hadir dalam momen tersebut dengan membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh selama perjalanan. Jangan sampai ketika sudah tiba di kampung halaman justru tidak maksimal berkumpul bersama keluarga karena masuk angin. Kalau itu terjadi, serahkan saja ke Bejo,” ujarnya.

Melalui kampanye “Silaturahmi Jangan Putus, Masuk Angin Bejo Yang Urus”, Bejo Jahe Merah mendukung kegiatan itu dengan menyediakan 32.000 paket Bejo Jahe Merah bagi para pemudik asal Jawa Tengah. Dukungan ini diharapkan dapat membantu para peserta menjaga kondisi tubuh tetap hangat dan fit selama perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Pada acara pelepasan para pemudik di Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, Jakarta (16/3), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut menyampaikan harapannya agar para peserta dapat menjalani perjalanan dengan aman dan tetap menjaga kesehatan.

“Program ini tidak hanya membantu masyarakat pulang ke kampung halaman, tetapi juga memastikan perjalanan mereka tetap nyaman. Kami berharap seluruh pemudik dapat menjaga kesehatan sepanjang perjalanan. Silaturahmi dengan keluarga adalah nilai sosial yang sangat penting, karena itu menjaga stamina selama proses mudik juga tidak kalah penting,” ujarnya.

Ia menambahkan setelah merayakan Lebaran bersama keluarga, para pemudik diharapkan dapat kembali ke tempat kerja dengan kondisi tubuh yang sehat sehingga dapat kembali beraktivitas secara produktif.

Program mudik gratis ini juga tidak berhenti saat para peserta tiba di kampung halaman. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyiapkan program arus balik pada 27 dan 28 Maret 2026, yang dikoordinasikan pemerintah kabupaten dan kota di daerah asal pemudik bekerja sama dengan berbagai asosiasi profesi. Para peserta dapat kembali ke kota tempat bekerja secara gratis dengan melakukan pendaftaran secara daring melalui situs yang telah disediakan.

Turut hadir dalam pelepasan, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan program mudik gratis yang telah berjalan untuk kelima kalinya ini.

“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam program ini, mulai dari pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga pihak swasta yang turut mendukung penyelenggaraannya. Program ini sangat membantu masyarakat agar bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, dan sehat. Tujuan akhirnya tentu agar mereka bisa berkumpul dengan keluarga dan merayakan Idulfi tri dengan penuh sukacita,” ujarnya.

Para peserta mudik merupakan warga Jawa Tengah yang bekerja di sektor nonformal di Jakarta, seperti pedagang dan pekerja harian. Mereka mendaftar secara daring melalui Badan Penghubung Jawa Tengah, sehingga program ini dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan fasilitas perjalanan mudik dengan lebih mudah.

“Program mudik gratis ini sangat membantu karena biaya transportasi biasanya naik menjelang Lebaran. Dengan program ini kami bisa pulang kampung dengan lebih ringan. Apalagi tahun ini kembali ada dukungan Bejo Jahe Merah, jadi lebih tenang kalau badan mulai terasa tidak enak selama perjalanan,” kata Muhammad Jaelani dari Pemalang, yang bekerja sebagai housekeeping outsource di sebuah perusahaan di Jakarta Selatan.

Selain membagikan produk kepada para pemudik, Bejo Jahe Merah juga menghadirkan berbagai aktivitas di lokasi keberangkatan. Mulai dari permainan interaktif di booth Bejo Jahe Merah hingga kuis di panggung utama yang diharapkan dapat menambah semangat para peserta sebelum memulai perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Bejo Jahe Merah dikenal dengan kandungan jahe merah alami yang membantu meredakan gejala masuk angin seperti perut kembung, mual, dan badan terasa tidak enak. Jahe merah memiliki senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, dan zingerone yang bersifat antioksidan dan antiinfl amasi.

Selain itu, kandungan kurma dalam Bejo Jahe Merah memberikan rasa manis alami sekaligus sumber energi dan serat yang baik untuk tubuh. Kombinasi bahan alami tersebut membantu memberikan sensasi hangat pada tubuh serta mendukung daya tahan tubuh selama beraktivitas, termasuk saat melakukan perjalanan jauh seperti mudik.

Melalui kampanye “Silaturahmi Jangan Putus, Masuk Angin Bejo Yang Urus”, Bejo Jahe Merah berharap dapat membantu para pemudik menikmati perjalanan dengan lebih nyaman dan tetap fi t hingga tiba di kampung halaman.

“Harapannya sederhana. Kami ingin para pemudik bisa hangat di perjalanan dan sehat di kampung halaman, sehingga bisa langsung menikmati waktu bersama keluarga. Mudik adalah perjalanan penuh cerita dan kehangatan, dan Bejo Jahe Merah ingin menjadi bagian kecil yang membantu menjaga kehangatan itu,” tutup Andry Mahyudi.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026