Logo Header Antaranews Jogja

ANTARA ikut meramaikan tradisi "manambang" di lokasi terdampak bencana Agam

Sabtu, 21 Maret 2026 17:39 WIB
Image Print
Anak-anak mengantre mendapatkan uang saat tradisi "manambang" di Nagari Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Sabtu (21/3/2026). Anak-anak di lokasi terdampak bencana mengikuti tradisi "manambang" dengan berkeliling ke rumah-rumah warga untuk bersilaturahim dan berharap mendapatkan uang pecahan kecil yang sering disebut "pitih rayo". ANTARA FOTO/Fitra Yogi/nym

Agam (ANTARA) - Tim Bangkit Sumatera ANTARA pada Sabtu ikut meramaikan tradisi mengumpulkan tabungan khusus hari raya atau “manambang” di daerah terdampak banjir bandang di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Tradisi yang umumnya dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar itu dilakukan secara berkelompok bersama saudara dan tetangga. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk mencicipi kue Lebaran, yang kemudian diakhiri dengan pemberian uang pecahan kecil atau dikenal sebagai "salam tempel".

Berbekal pengalaman masa kecil, tim Bangkit Sumatera ANTARA menyiapkan uang kertas baru pecahan Rp2 ribu untuk dibagikan kepada anak-anak. Tim kemudian menyusuri kawasan sekitar sungai yang berlokasi tidak jauh dari Pasar Maninjau.

Di lokasi tersebut terlihat satu keluarga dengan enam anak melintasi jalan sempit yang diapit tumpukan batu sisa material banjir. ANTARA membagikan uang pecahan baru kepada anak-anak yang menyambutnya dengan antusias dan senyuman terukir di wajah mereka.

Salah satu anak, Akbar (8) mengaku selalu menantikan kegiatan “manambang” setiap tahunnya, termasuk di tengah kondisi pemulihan pascabencana.

Neneknya, Warnida, menyampaikan apresiasi dan berharap Lebaran tahun ini menjadi momentum kebangkitan semangat serta pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Tim kemudian menyusuri pinggir sungai yang juga ditutupi oleh batu material longsor. Sejumlah anak tampak menyeberangi jembatan kecil sambil melanjutkan kegiatan “manambang”.

Mereka mengaku telah memulai kegiatan sejak pukul 09.00 WIB dan berencana berkeliling hingga sore hari. Teguh (6) memperlihatkan isi dompetnya yang berisi uang pecahan Rp2 ribu hingga Rp5 ribu hasil “manambang”.

Bersama empat temannya, Teguh berbaris rapi untuk menerima uang dari ANTARA. Saat pembagian berlangsung, beberapa kelompok anak lainnya turut bergabung sehingga antrean semakin panjang.

Tradisi “manambang” yang tetap hidup di lokasi bencana menjadi penanda bahwa semangat Lebaran tetap hidup di tengah masyarakat Nagari Maninjau, meski masih dibayangi duka akibat bencana.

Salah satu warga Nagari Maninjau, Dola, mengaku tetap menyiapkan uang kertas baru guna menjaga Lebaran 2026 tetap terasa meriah, terutama bagi anak-anak di daerah terdampak bencana.

“Tetap banyak anak-anak yang ke rumah, berganti-gantian. Disiapkan aja uangnya biar meriah suasana hari raya,” ucapnya.

Tim Bangkit Sumatera merupakan inisiatif peliputan khusus oleh Kantor Berita ANTARA yang dimulai sejak Januari 2026, dengan mengerahkan puluhan jurnalis untuk meliput pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Program ini mendorong percepatan rehabilitasi/rekonstruksi dan mendokumentasikan perjuangan warga dalam memulihkan kondisi pascabencana.

Berdasarkan data Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat, sebanyak dua unit rumah di Nagari Maninjau hanyut dan hilang, serta 115 unit rusak dengan taksiran kerugian total mencapai Rp44,8 miliar.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ANTARA ramaikan tradisi "manambang" di lokasi terdampak bencana di Agam



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026