Logo Header Antaranews Jogja

Hari Film Nasional, Angga Yunanda harap tak ada lagi pembajakan film

Senin, 30 Maret 2026 21:37 WIB
Image Print
Aktor Angga Yunanda saat memberikan keterangan usai konferensi pers film “Para Perasuk” di Jakarta, Senin (30/3/2026). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)

Jakarta (ANTARA) - Aktor Angga Yunanda menyampaikan harapannya di momen Hari Film Nasional yang diperingati setiap 30 Maret agar tidak ada lagi pembajakan untuk perfilman Indonesia.

Menurut dia, dalam menikmati karya para sineas bisa dilakukan terlebih dahulu dengan menonton film di bioskop.

“Pastinya tidak ada bajakan lagi. Dan nonton film harus di bioskop terlebih dahulu pastinya,” kata Angga, saat temu media di Jakarta, Senin.

Bintang film “Para Perasuk itu” mengajak masyarakat Indonesia untuk menyisihkan waktu menikmati film dengan menontonnya di bioskop karena memiliki pengalaman berbeda.

“Dan kalau bisa kalian ajak teman, kalau sendiri juga enggak apa-apa siapa tahu nanti nemu jodoh di bioskop enggak ada yang tahu. Menurut aku setidaknya sisihkan waktu kalian untuk menonton di bioskop karena itu experience-nya akan berbeda banget kalau nontonnya di bioskop. Jadi harus di bioskop,“ tutur Angga.

Aktor yang telah berkarir lebih dari 10 tahun itu juga menceritakan memulai aktingnya dengan membintangi sinetron pada saat berusia 15 tahun dan mengaku perjalanan masuk ke industri hiburan tidak mudah baginya.

“Aku lahir dan besar di Lombok, untuk bisa berada di industri seperti ini sangat sulit dan jarang banget. Bahkan sampai sekarang pun mungkin aku melihat baru satu atau dua orang yang berada di industri yang sama ini berasal dari daerah yang sama,” ujar dia.

“Tapi ternyata di usia 15 tahun itu enggak cuma dari aku yang ingin tapi support system dari keluarga juga mendukung itu yang menurut aku salah satu yang penting juga dari perjalanan karirku,” tambah dia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hari Film Nasional, Angga Yunanda harap tak ada lagi pembajakan film



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026