Logo Header Antaranews Jogja

BPS: Kelompok makanan picu inflasi Babel 1,49 persen

Senin, 4 Mei 2026 14:51 WIB
Image Print
Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto (ANTARA/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan Provinsi Kepulauan Babel pada April 2026 mengalami inflasi year on year (y-on-y) 1,49 persen, atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) 107,61 dibandingkan April 2025 sebesar 106,03."Pemicu utama inflasi year on year ini, karena kenaikan harga dari kelompok makanan, minuman dan tembakau 2,71 persen," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan inflasi y-on-y Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 1,49 persen ini terjadi, karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks beberapa kelompok pengeluaran yang terbesar yaitu makanan, minuman dan tembakau 2,71 persen, pakaian dan alas kaki 0,74 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 0,61 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,03 persen, kesehatan 1,51 persen, transportasi 2,09 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,75 persen.

Selanjutnya kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,64 persen, penyediaan makanan dan minuman, restoran 1,11 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,45 persen.

"Pada April tahun ini hanya kelompok pendidikan yang mengalami penurunan atau deflasi sebesar 16,62 persen," katanya.

Ia menyatakan komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi y-on-y, antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, cumi-cumi, udang basah, angkutan udara, beras, jeruk, sigaret kretek mesin (SKM), ikan kembung, ikan tenggiri.

Selanjutnya sigaret kretek tangan (SKT), sepeda motor, ikan bulat, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, daging sapi, shampo, sewa rumah, anggur, tarif pulsa ponsel.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap deflasi y-on-y, antara lain sekolah menengah atas, cabai merah, bawang merah, bayam, bawang putih, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, kentang, kelapa, popok bayi sekali pakai, sawi hijau, cabai rawit, wortel, ketimun, sabun detergen bubuk, tauge/kecambah, ikan tongkol, ikan tamban, bensin, dan makanan ringan.

"Inflasi Provinsi Kepulauan Babel pada April 2026 secara mont to mont sebesar 0,39 persen yang terjadi dikarenakan adanya kenaikan indeks April 2026 terhadap indeks Maret 2026," katanya.



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026