Logo Header Antaranews Jogja

Enam tips mencapai gaya hidup wellness

Rabu, 6 Mei 2026 00:13 WIB
Image Print
Ahli kesehatan Thailand yang juga Direktur Utama BDMS BDMS Wellness Clinic and BDMS Wellness Resort, Thailand, Dr. Tanupol Virunhagarun, dalam sesi wawancara dengan media di Kedutaan Besar Thailand di Jakarta, Selasa (5/5/2026). ANTARA/Kuntum Khaira Riswan.

Jakarta (ANTARA) - Ahli kesehatan Thailand, Dr. Tanupol Virunhagarun membagikan tips untuk mencapai gaya hidup wellness seiring banyaknya kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular dan menuanya populasi dunia.

Gaya hidup wellness merujuk pada cara hidup yang berfokus pada menjaga dan meningkatkan kesejahteraan menyeluruh, baik secara fisik, mental, dan emosional, serta dilakukan sebagai bentuk pencegahan dari penyakit.

“Kita saat ini membutuhkan wellness lebih dari sebelumnya. Karena itu, wellness bukan hanya untuk kita sebagai individu atau warga negara, tetapi juga untuk pemerintah, untuk keluarga kita, dan untuk semua aspek kehidupan,” kata Tanupol dalam sesi wawancara dengan media di Kedutaan Besar Thailand di Jakarta, Selasa.

Tanupol yang merupakan Presiden Asosiasi Bangkok untuk Kesehatan Regeneratif dan Studi Obesitas (BARSO) itu menekankan bahwa masih banyak orang yang menganggap bahwa wellness itu sesuatu yang mahal, padahal pada dasarnya, fondasi dasar wellness sebenarnya gratis.

Pertama adalah pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan menghindari makanan berlebihan. Kedua, tidur cukup sekitar delapan jam per hari, idealnya dimulai sebelum pukul 10 malam untuk mendukung pemulihan tubuh.

Ketiga, aktivitas fisik rutin seperti berjalan kaki atau bersepeda minimal 30 menit per hari, lima kali seminggu. Keempat, menghindari kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan konsumsi gula atau makanan berlebihan, serta memperbanyak air putih.

Kelima adalah kesehatan mental melalui meditasi, yoga, atau teknik relaksasi lainnya. Ia menekankan bahwa praktik ini memiliki dasar ilmiah yang menyatakan bermanfaat untuk otak dan tubuh.

Keenam adalah menjaga hubungan sosial yang harmonis dengan keluarga dan lingkungan sekitar, yang dinilai penting untuk keseimbangan hidup secara keseluruhan.

Ia menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup sangat menentukan kualitas kesehatan jangka panjang, terutama di tengah meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran di banyak negara.

“Ketika Anda sudah bisa melakukan enam hal dasar tersebut, dan ingin melangkah ke tingkat berikutnya, itulah kuncinya. Pada tahap itu, Anda perlu menyiapkan biaya tambahan, tergantung pada kesiapan Anda masing-masing. Karena dunia saat ini sudah berkembang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi medis,” ucapnya.

Lebih lanjut, Tanupol menyoroti bahwa di banyak negara Asia, termasuk Thailand, pendekatan wellness semakin terintegrasi dengan layanan kesehatan modern.

Negara tersebut dikenal sebagai salah satu pusat wisata kesehatan dunia dengan kombinasi layanan medis, spa, dan program pencegahan penyakit.

Tanupol yang juga Direktur Utama BDMS BDMS Wellness Clinic and BDMS Wellness Resort, Thailand, menyampaikan bahwa kliniknya menangani sekitar 10 juta pasien setiap tahun dengan 16.000 dokter dan hampir 10.000 tempat tidur rumah sakit.

Namun, lanjutnya, jumlah itu tidak pernah cukup karena banyak orang tidak menjaga kesehatannya sejak awal, hanya menunggu sampai sakit, lalu datang untuk berobat.

“Jadi seberapa pun banyaknya dokter yang tersedia, jika konsepnya masih bersifat reaktif, maka masalahnya tidak akan selesai. Seharusnya kita mengubah pendekatan dari reaktif menjadi proaktif. Seperti yang saya katakan, orang-orang di dunia saat ini mulai sadar. Mereka tidak ingin lagi jatuh sakit seperti generasi sebelumnya,” tambahnya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026