Logo Header Antaranews Jogja

Warga minati bahan pokok di KDMP karena lebih murah

Minggu, 17 Mei 2026 06:55 WIB
Image Print
Etalase di KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Warga sangat berminat terutama membeli bahan pokok di KDMP, karena harga lebih terjangkau. ANTARA/ Asmaul

Nganjuk (ANTARA) - Petugas di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengungkapkan warga sangat berminat untuk belanja terutama membeli bahan pokok karena lebih murah ketimbang harga di pasaran pada umumnya.

Salah seorang petugas di KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Aprilia mengatakan, KDMP ini sudah mulai uji coba berjualan sekitar dua pekan. Setiap hari masyarakat banyak membeli berbagai macam keperluan termasuk bahan pokok.

"Kalau beroperasinya sudah dua pekan. Animo masyarakat juga sangat bagus, paling banyak yang beli itu ibu-ibu," katanya di Nganjuk, Sabtu.

Ia menyebut, barang yang dicari salah satunya adalah yang bersubsidi. Karena paling banyak diminati sehingga terpaksa dibatasi pembeliannya. Misalnya, minyak goreng Minyakkita hanya dibatasi maksimal 2 liter setiap pembelian dengan harga Rp15.700 per liter dan baru boleh beli lagi tiga hari kemudian.

Baca juga: KDKMP Wukirsari siap menampung produk unggulan UMKM setempat

Baca juga: Menkeu pastikan pembayaran gaji KDMP tak menambah defisit APBN

Sedangkan untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pembelian hanya satu karung.

Ada juga elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang dijual seharga Rp16.000 per tabung. Harga itu sangat murah ketimbang harga di pasaran yang bisa mencapai hingga Rp20 ribu per tabung.

Untuk barang yang promosi lainnya, ia menyebut saat ini masih belum ada. Hal itu kemungkinan akan dibahas lebih lanjut dengan jajaran pengurus sebagai strategi pasar.

Ia menambahkan ada enam petugas yang berjaga setiap harinya. Mereka mulai masuk jam 09.00 WIB hingga jam 15.00 WIB. Untuk jam libur, dilakukan secara bergantian sehingga koperasi juga tetap buka.

Pihaknya menilai animo masyarakat terhadap beroperasinya KDMP di Desa Nglawak ini cukup bagus.

Omzet setiap harinya juga relatif besar sekitar Rp2,5 juta. Bahkan, saat pembukaan hari pertama bisa mendapatkan hingga Rp4 juta.

Sementara itu, warga sangat senang dengan beroperasinya KDMP ini. Selain harga yang lebih murah, mereka juga bisa mendapatkan barang yang diinginkan karena stok yang tersedia juga cukup lengkap.

Seperti yang dikatakan oleh salah seorang pembeli, Anis. Ia membeli tabung elpiji seharga Rp16 ribu yang ukuran 3 kilogram.

"Tadi saya beli elpiji 3 kilogram itu harganya Rp16 ribu, ini lebih murah. Kalau beli di luar bisa ada yang Rp18 ribu per tabung, ada yang Rp19 ribu per tabung. Kadang juga sampai Rp20 ribu," kata dia.

Ia mengatakan, untuk membeli tabung elpiji itu juga dimintai foto kopi KTP. Namun, ia tidak masalah sebab elpiji itu dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari yakni memasak. Apalagi dengan harga yang terjangkau, ia bisa menghemat untuk kebutuhan dapur.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan KDMP dalam kunjungan kerjanya di Nganjuk. Presiden juga didampingi para menteri di Kabinet Merah Putih termasuk dari Kementerian Koperasi dan pejabat lainnya. Hadir pula para kepala desa dan perangkat, pengurus KDMP baik secara langsung maupun lewat zoom meeting.

Peresmian ini juga menjadi bukti nyata bahwa 1.061 koperasi siap beroperasi. Ada 530 unit KDMP di tujuh kabupaten di Jawa Timur serta 531 unit KDMP dari delapan kabupaten/kota Jawa Tengah siap beroperasi.

Pemerintah melalui BUMN-PT Agrinas Pangan Nusantara per Mei 2026 masih membangun 25.000 unit koperasi lainnya.

Pemerintah juga menargetkan 30.000 KDMP maupun Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) selesai dibangun serta beroperasi penuh pada 16 Agustus 2026.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026