Logo Header Antaranews Jogja

Van Gastel ingin PSIM menang di laga kandang terakhir

Minggu, 17 Mei 2026 07:17 WIB
Image Print
Pelatih PSIM Yogyakarta Jacobus Jean-Paul van Gastel. ANTARA/Rizal Hanafi

Jakarta (ANTARA) - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel ingin timnya menutup laga kandang terakhir mereka di BRI Super League 2025/2026 yakni kontra Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (17/5), dengan kemenangan.

“Saya tentu ingin memenangkan laga lawan Madura United besok,” kata Van Gastel, dikutip dari laman resmi I.League, Sabtu.

PSIM dipastikan harus kerja ekstra keras jika ingin mewujudkan kemenangan itu. Hal itu karena Madura United sedang dalam motivasi yang tinggi untuk meraih tiga poin demi mengamankan posisi di kasta tertinggi musim depan.

Madura United saat ini masih berada peringkat ke-15 klasemen sementara dengan nilai 32, hanya unggul satu poin dari Persis Solo yang baru mengalahkan Dewa United Banten FC 1-0, Sabtu.

Dengan Madura United menyisakan dua pertandingan, hanya kemenangan melawan PSIM yang memastikan nasib mereka aman di Super League. Jika gagal menang, maka nasib Madura akan ditentukan pada laga pekan terakhir.

"Mereka (Madura-red) pasti akan main all out karena butuh menang untuk menjaga jarak dengan Persis Solo," kata Van Gastel.

Van Gastel mengakui Madura United bukan lawan yang mudah ditaklukkan karena pada putaran kedua mereka tampil lebih baik, dengan empat kemenangan dalam enam laga terakhirnya.

Sementara itu, PSIM yang berada di posisi 11 dengan 42 poin, tiba di laga ini dengan perasaan cukup baik setelah kembali ke jalur kemenangan, menyusul tiga poin yang mereka dapatkan di kandang saat mengalahkan Malut United dengan skor 2-0.

“Di kompetisi Liga Indonesia tidak ada pertandingan yang mudah karena setiap tim sangat kompetitif. Madura United juga mengoleksi banyak poin di akhir musim ini dengan bermain low block dan transisinya. Tentu saja akan sangat sulit menghadapi tim yang bermain seperti itu di level mana pun,” tutur Van Gastel.



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026