Logo Header Antaranews Jogja

Karya seni rupa diharapkan bisa hadir pada lebih banyak film Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 11:11 WIB
Image Print
Pengunjung mengamati instalasi seni dalam pameran "Macabre Art Installation Ghost in the Cell" di Nirmana Falatehan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026). Pameran yang menampilkan enam karya instalasi seni dari film "Ghost in the Cell" arahan sutradara Joko Anwar digelar tanggal 16-22 Mei 2026. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Jakarta (ANTARA) - Ilustrator dan seniman yang terlibat dalam pembuatan karya instalasi untuk film "Ghost in the Cell" berharap karya-karya seni rupa bisa dihadirkan di lebih banyak film Indonesia.

Di tempat pameran "Macabre Art Installation: Ghost in the Cell" di Jakarta Selatan, Sabtu (16/5), pembuat instalasi "Human Stove" Rudy Ao menyampaikan bahwa penggunaan karya seni rupa dalam film membuka ruang baru bagi para perupa untuk menghadirkan karya seni visual mereka.

Rudy, seniman konsep visual yang antara lain pernah bekerja untuk DC Comics, menyampaikan bahwa "Macabre Art Installation: Ghost in the Cell" merupakan proyek pertamanya dalam membuat karya instalasi untuk film.

Rudy dipercaya untuk mengerjakan instalasi "Human Stove" berdasarkan konsep visual yang disiapkan oleh Joko Anwar selaku sutradara dan penulis skenario film "Ghost in the Cell."

"Bang Joko tuh cari talent, cari seniman-senimannya di IG, tapi orang-orang tunjuk saya, akhirnya Bang Jokan kontak saya," kata Rudy, yang dihubungi oleh sutradara Joko Anwar lewat platform media sosial pada 2025.

Rudy mengaku sempat terkejut saat pertama kali mendengar informasi tentang konsep visual yang diinginkan oleh sutradara karena menganggap konsep visualnya sadis dan kasar.

"Tapi, aku senang-senang aja bisa mengeksplorasi karena jadi tantangan tersendiri," katanya.

Dia berharap penggunaan karya instalasi dalam film selanjutnya bisa meningkatkan apresiasi terhadap karya-karya seni rupa.

Ilustrator Rudy Ao dan Anwita Citriya di tempat pameran "Macabre Art Installation: Ghost in the Cell" di Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2026). (ANTARA/Abdu Faisal)

Ilustrator "Corrupted Lady Justice" Anwita Citriya menganggap penggabungan karya seni visual dengan film sebagai upaya yang menjanjikan.

"Kayaknya potensinya banyak banget sih. Ini promising stuff," kata Anwita, ilustrator komik yang mulai aktif secara profesional pada tahun 2021.

Dalam pembuatan karya seni visual untuk film "Ghost in the Cell", menurut dia, sutradara memberikan kebebasan kepada para ilustrator dalam membuat konsep visual berdasarkan skrip dan gambaran karakter tokoh film.

"Kita dikasih skrip sama karakternya seperti apa. Tapi untuk interpretasi gimana versi corrupted-nya Lady Justice ini kita mikir sendiri," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026