Logo Header Antaranews Jogja

BMKG imbau masyarakat DIY lebih siap antisipasi dampak kemarau El Nino

Kamis, 21 Mei 2026 10:35 WIB
Image Print
Petani di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta sedang menggarap sawah. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait, dan masyarakat, lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau 2026 akibat fenomena El Nino.

"Terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, serta berkurangnya ketersediaan air bersih," kata Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, antisipasi dampak kemarau bagi wilayah empat kabupaten/kota di DIY tersebut karena berkaitan dengan prediksi munculnya fenomena El Nino intensitas lemah hingga moderat.

"Prediksi tersebut muncul setelah pertengahan tahun 2026 dengan peluang 50 sampai 60 persen yang dapat menurunkan curah hujan, utamanya di wilayah DIY," katanya.

Dia menjelaskan prediksi curah hujan selama musim kemarau 2026 di bawah normal (BN), yang artinya kondisi musim kemarau diprediksikan lebih kering dibandingkan dengan rata-rata klimatologisnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, perlu tindakan antisipasi dampak El Nino yang berpotensi kekeringan mulai bulan Juni 2026, dan potensi kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada Juli sampai Oktober 2026.

"Bagi petani agar mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen dan wilayah-wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis untuk mengambil langkah antisipatif melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien," katanya.

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa memperbarui informasi iklim dari BMKG Stasiun Klimatologi DIY melalui kanal resmi maupun media sosial BMKG.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026