Logo Header Antaranews Jogja

Pemerintah Kuba meminta solidaritas internasional menghadapi tekanan AS

Rabu, 27 Mei 2026 11:26 WIB
Image Print
Arsip foto - Bendera Kuba. (ANTARA/Anadolu/pri.)

New York (ANTARA) - Pemerintah Kuba meminta komunitas internasional menunjukkan solidaritas kepada Havana di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba Bruno Rodriguez Parrilla pada Selasa (26/5).

"Saya, dengan rendah hati meminta, sudah saatnya untuk menunjukkan solidaritas kepada Kuba, yang selama ini selalu menunjukkan solidaritas kepada pihak lain dan tidak pernah mundur menghadapi risiko apa pun, bahkan terkadang mempertaruhkan nyawa rakyat Kuba," kata Rodriguez kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Diplomat Kuba tersebut juga mendesak Amerika Latin dan Karibia untuk mematuhi deklarasi tahun 2014 yang dibuat Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC) dengan menetapkan kawasan tersebut sebagai zona damai.

"Sudah waktunya bagi upaya internasional yang luas dan melampaui perbedaan politik, pendekatan ideologis, maupun perbedaan sejarah. Sudah waktunya untuk menetapkan batas dan mencegah tindakan yang mengancam serta merugikan kepentingan nasional, yang mengancam seluruh bangsa dan hak kedaulatan semua negara," lanjut Rodriguez.

Pada 29 Januari, Amerika Serikat memberlakukan tarif terhadap impor dari negara-negara pemasok minyak ke Kuba dan menetapkan keadaan darurat karena dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.

Havana mengatakan Amerika Serikat menggunakan embargo energi untuk mencekik perekonomian pulau tersebut dan memperburuk kondisi hidup penduduknya.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez, pada 3 Mei, menegaskan bahwa ancaman militer AS terhadap Kuba telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dia memperingatkan agresi terhadap pulau itu akan dibalas dengan tekad rakyat Kuba untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan mereka.

Selain itu, Departemen Kehakiman AS pada 20 Mei mendakwa mantan presiden Kuba Raul Castro serta lima perwira militer Kuba terkait insiden penembakan jatuh dua pesawat pada tahun 1996 yang berhubungan dengan kelompok pengasingan berbasis di Miami, Brothers to the Rescue.

Havana menyebut tuduhan tersebut sebagai provokasi politik dan menekankan Kuba bertindak untuk membela diri setelah berulang kali terjadi pelanggaran wilayah udara negara itu oleh pesawat milik kelompok tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026