Logo Header Antaranews Jogja

Pemerintah memperkuat keamanan siber nasional hadapi lonjakan serangan

Selasa, 2 Juni 2026 20:15 WIB
Image Print
Tangkapan layar - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman memberikan keterangan lewat video yang diterima di Jakarta, Selasa (2/6/2026) (ANTRA/HO-KSP)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah terus memperkuat sistem keamanan siber nasional seiring dengan terjadinya lonjakan ancaman kejahatan digital yang tercatat oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.

Kejahatan digital itu menargetkan sektor pemerintahan, ekonomi hingga keamanan nasional.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dalam keterangan tertulisnya dikutip di Jakarta, Selasa mengatakan pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terus memperkuat sistem keamanan siber nasional.

Ia menegaskan koordinasi lintas sektor sangat krusial agar penanganan ancaman siber dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu.

"Kantor Staf Presiden juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan ancaman siber dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu," ujar Dudung.

Berdasarkan data BSSN, jumlah serangan siber sepanjang 2025 mencapai 5,5 miliar serangan. Angka tersebut mencatatkan lonjakan drastis, yakni naik 714 persen dibandingkan rata-rata tahunan selama periode 2020-2024.

Tren peningkatan serangan siber tersebut diketahui masih terus berlanjut hingga memasuki tahun 2026. Data mencatat, selama periode 1 Januari hingga 15 April 2026, telah terjadi 1,52 miliar serangan siber di Indonesia.

Dudung menyoroti ancaman yang terjadi mencakup berbagai bentuk kejahatan, mulai dari pencurian data pribadi, penipuan daring, penyebaran hoaks, peretasan sistem hingga propaganda radikalisme melalui media digital.

Menurutnya, kesadaran pelindungan data pribadi harus menjadi perhatian bersama karena ruang digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Meski pemerintah berupaya memperkuat sistem keamanan, Dudung menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman ini.

Peran masyarakat dinilai sangat penting untuk menjaga keamanan digital dengan bersikap lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Kita harus lebih bijak menggunakan media sosial, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terprovokasi informasi palsu maupun tindakan penipuan digital," kata Dudung.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga ruang digital Indonesia agar tetap aman, sehat, dan produktif. Menurutnya, teknologi harus dijadikan sebagai alat pemersatu dan kemajuan bangsa, bukan menjadi celah bagi tindakan kejahatan maupun perpecahan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah perkuat keamanan siber nasional hadapi lonjakan serangan



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026