Logo Header Antaranews Jogja

Pemda DIY memperkuat aksi nyata hadapi ancaman perubahan iklim

Kamis, 18 Juni 2026 20:00 WIB
Image Print
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamis (18/6/2026) ANTARA/HO-Humas Pemda DIY

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama memperkuat langkah-langkah konkret untuk menjaga bumi di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

"Selaras dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang berarti kewajiban melindungi, memelihara, dan membina keselamatan serta kelestarian alam, mari kita ubah kepedulian menjadi tindakan nyata demi bumi yang lebih baik," kata Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang dibacakan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Yogyakarta, Kamis.

Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia DIY bertema "Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim", Wagub saat membacakan sambutan Gubernur mengatakan, tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim" merupakan ajakan untuk bergerak dari kesadaran menuju tindakan nyata.

Menurut dia, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari lingkup terkecil, seperti keluarga, kampung, sekolah, kantor, maupun komunitas melalui pengurangan sampah, penanaman pohon, penghematan energi, serta membudayakan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dalam kehidupan sehari-hari.

"Manusia adalah pelindung dan perawat dunia. Alam maringi (memberi), alam ngelakoni (melakukan), alam ngadili. Langkah kecil kita hari ini adalah warisan berharga bagi generasi masa depan," kata Wagub DIY.

Lebih lanjut, Wagub mengatakan, dunia saat ini menghadapi Triple Planetary Crisis atau tiga krisis besar yang melanda bumi, yakni perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan degradasi keanekaragaman hayati.

Ketiga persoalan tersebut, kata dia, saling berkaitan dan berpotensi mengancam daya dukung alam, kualitas hidup masyarakat, hingga keberlanjutan pembangunan.

"United Nations Environment Programme (UNEP) mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi Triple Planetary Crisis. Karena itu, kerja iklim tidak dapat dilakukan secara parsial. Kita harus bergerak bersama, dari pemerintah hingga masyarakat," katanya.

Menurut Wagub DIY, komitmen tersebut sejalan dengan langkah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui target Nationally Determined Contribution (NDC) sesuai Persetujuan Paris.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum penting untuk membangkitkan kesadaran kolektif dalam menghadapi krisis iklim.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sejak awal Juni, mulai dari pemutaran film edukasi lingkungan Menolak Punah, aksi gotong royong bersih lingkungan di seluruh perangkat daerah, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir Trisik, Kulon Progo.

"Peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi panggilan untuk bertindak lebih besar dalam menyelamatkan bumi. Perubahan iklim harus direspons bersama melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemda DIY perkuat aksi nyata hadapi ancaman perubahan iklim



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026