Jakarta (ANTARA) - Kesadaran pemuda dan pelajar di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terhadap pentingnya pengelolaan sampah mulai menunjukkan perubahan signifikan.
Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme peserta dalam pelatihan daur ulang sampah plastik yang digagas SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) bekerja sama dengan komunitas Berdaur Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Pulau Pagerungan Besar dan melibatkan berbagai unsur generasi muda, di antaranya Karang Taruna Laskar Obor, SMP Islam Umajati, MTs Al-Kautsar, MA Al-Kautsar, SMA Islam Pagerungan Besar, SMPN 2 Sapeken, serta satu organisasi kemahasiswaan.
Pelatihan daur ulang sampah plastik ini, menjadi bagian tak terpisahkan dalam misi program Gerakan Lingkungan Bersih, Sehat dan Asri (LESTARI) yang berjalan hampir 2 tahun dilembaga pendidikan yang ada di Pagerungan Besar.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada isu kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong lahirnya kreativitas dan peluang ekonomi baru berbasis pengelolaan sampah plastik. Selama proses pelatihan berlangsung para peserta diajak mengenali jenis-jenis sampah, teknik pengolahan, hingga praktik langsung membuat produk bernilai guna.
Ketua Karang Taruna Laskar Obor Pagerungan Besar Imran menilai pelatihan ini berhasil mengubah cara pandang pemuda terhadap sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai sumber masalah lingkungan.
“Setelah mengikuti pelatihan, saya melihat kawan-kawan pemuda tidak lagi memandang sampah sebagai beban. Justru sampah kami lihat sebagai bahan baku yang bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Imran.
Ia menyebutkan, dari pelatihan tersebut para peserta mampu menghasilkan berbagai produk kreatif, seperti tas modis, plakat, tasbih, gantungan kunci, hingga produk fungsional lainnya. Ke depan, Imran berencana mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi paving block sebagai solusi lingkungan sekaligus potensi usaha yang berkelanjutan.
Sementara itu, Founder Berdaur Indonesia Yayang Malil mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat belajar para peserta selama proses pelatihan dan pendampingan. Ia merasakan adanya energi kolektif yang kuat untuk belajar dan berubah ke arah yang lebih baik.
“Rasa ingin tahu pemuda dan pelajar di Pagerungan Besar sangat tinggi. Mereka antusias mempelajari jenis-jenis sampah, cara memilah, hingga teknik mengolahnya menjadi produk kreatif,” kata Yayang.
Yayang menegaskan bahwa kolaborasi ini sejak awal dibangun dengan komitmen keberlanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menyatakan kesiapan Berdaur Indonesia untuk terus mendampingi kelompok pemuda Pagerungan Besar melalui konsultasi, berbagi ide, serta pengembangan produk lanjutan.
“Kalau direview selama tiga hari, saya secara pribadi sangat puas. Respon peserta luar biasa, layak dapat bintang lima,” tuturnya denga nada senang.
Yayang mengakui terdapat tantangan dalam proses pendampingan karena rentang usia peserta yang beragam, sehingga respons dan daya tangkap juga berbeda. Namun, hal tersebut justru menjadi pemacu semangat tim fasilitator.
“Semangat mereka tetap sama, meskipun responsnya bervariasi. Itu justru membuat tim kami semakin tertantang untuk menyesuaikan metode pendampingan,” jelasnya.
Berdaur Indonesia juga berkomitmen menjaga komunikasi dan melakukan pemantauan lanjutan terhadap peserta.
“Kami siap tetap mendampingi, membuka ruang konsultasi dan berbagi, agar pengelolaan sampah ini benar-benar berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.
Disamping itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni Yusuf yang meninjau langsung lokasi kegiatan, mengaku takjub melihat antusiasme peserta serta kualitas produk hasil daur ulang yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.
“Ini contoh nyata bagaimana edukasi lingkungan bisa berjalan seiring dengan pengembangan kreativitas dan keterampilan pemuda,” ungkap Anwar.
Menurutnya, dampak pelatihan tidak hanya dirasakan pada aspek kebersihan lingkungan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta terbukanya peluang ekonomi baru bagi generasi muda.
Anwar meminta inisiatif ini menjadi pemicu lahirnya komunitas kreatif berbasis lingkungan di wilayah pesisir Sumenep yang terus didukung oleh Pemkab, SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia.
Anwar juga mengatakan, gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan berkelanjutan dari pulau kecil untuk masa depan lingkungan yang lebih lestari, dan semangat kebersamaan untuk mengolah sampah ditemukan dalam wajah-wajah generasi di Pagerungan Besar.
“Tadi, saya menyaksikan langsung Mas, melalui pelatihan ini, pemuda Pagerungan Besar tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga ditumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kreativitas dan kemandirian ekonomi. Luar biasa semangat mereka, hingga ada produk dari sampah,” pungkasnya.
#KangeanEnergyIndonesia #PagerunganBesar #PagerunganKecil #PTKEI #KegiatanKEI #LingkunganPagerungan
