
14 mahasiawa MARS UMY ikuti Program Pengabdian Masyarakat di Korsel

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di wilayah perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara.
"Program yang dilaksanakan pada 31 Januari 2026 ini melibatkan 14 mahasiswa Magister Manajemen Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi di tingkat global," kata Ketua Kegiatan Dr dr Mahendro Prasetyo Kusumo dalam keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia kegiatan pengabdian masyarakat ini mengangkat tema pencegahan dan deteksi dini Diabetes Mellitus (DM) sebagai salah satu tantangan utama kesehatan global, khususnya pada komunitas migran yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan preventif.
"Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyuluhan mengenai pentingnya skrining Diabetes Mellitus, edukasi faktor risiko, serta upaya pencegahan komplikasi melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala," katanya.
Ia mengatakan mahasiswa juga mengikuti pelatihan teknis deteksi dini Diabetes Mellitus, termasuk pemahaman prosedur pemeriksaan gula darah, interpretasi hasil, serta strategi manajemen tindak lanjut dalam sistem pelayanan kesehatan.
"Sebagai implementasi nyata, tim melaksanakan skrining langsung yang menjadi bentuk kontribusi kesehatan sekaligus praktik pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa," katanya.
Mahendro mengatakan antusiasme para migran sebagai peserta pengabdian masyarakat sangat tinggi. Mereka aktif mengikuti sesi edukasi, berdiskusi mengenai kondisi kesehatan yang dialami, serta secara sukarela mengikuti pemeriksaan skrining.
"Banyak peserta menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut karena memberikan akses informasi dan pemeriksaan kesehatan yang jarang mereka peroleh. Tingginya partisipasi ini menunjukkan kebutuhan nyata terhadap program preventif berbasis komunitas di wilayah tersebut," katanya.
Ia mengatakan respon mahasiswa MARS UMY pun sangat positif, mereka mengaku memperoleh pengalaman berharga dalam mengimplementasikan konsep manajemen preventif secara langsung di lingkungan internasional.
"Kegiatan ini dinilai tidak hanya memperluas wawasan global, tetapi juga memperkuat sensitivitas sosial dan kemampuan manajerial dalam merancang program kesehatan berbasis komunitas lintas negara," katanya.
Selain program pengabdian masyarakat, pada Senin, 2 Februari 2026 rombongan mahasiswa MARS UMY mengikuti kuliah akademik di Kangwon National University yang disampaikan oleh Hyung-Jun Kim.
"Dalam kuliah tersebut dibahas perkembangan sistem kesehatan di Korea Selatan, inovasi manajemen rumah sakit, serta integrasi teknologi dalam pengendalian penyakit kronis. Sesi diskusi berlangsung aktif dan menjadi momentum pertukaran gagasan antara akademisi Indonesia dan Korea Selatan," katanya.
Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkenalkan pendekatan preventif berbasis pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan di Indonesia kepada komunitas akademik global.
"Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi riset, publikasi internasional, serta mobilitas dosen dan mahasiswa antara UMY dan Kangwon National University di masa mendatang," katanya.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
