
"Rail Clinic Dua" diuji coba Lempuyangan-Madiun

Yogyakarta (Antara Jogja) - Balai Yasa Yogyakarta melakukan uji coba terhadap "Rail Clinic Dua" dengan dijalankan dari Stasiun Lempuyangan hingga Madiun untuk mengetahui kesiapan kereta tersebut, sebelum dioperasionalkan secara penuh.
"Secara umum, tidak ada perbedaan antara `Rail Clinic Satu` dengan `Rail Clinic Dua`. Kami hanya melakukan penyempurnaan penataan ruangan di dalam kereta agar masyarakat yang menggunakan lebih nyaman," kata Executive Vice President Balai Yasa Yogyakarta Eko Purwanto di sela uji coba di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Rabu.
Selain penyempurnaan ruangan, Balai Yasa juga menambah pintu evakuasi di gerbong Rail Clinic Dua, sehingga seluruh gerbong dilengkapi dengan pintu evakuasi untuk memudahkan apabila dibutuhkan tindakan kegawardaruratan. Pada Rail Clinic Satu, pintu darurat hanya ada di satu gerbong saja.
Seperti Rail Clinic Satu, Rail Clinic Dua juga memiliki dua gerbong. Kereta yang digunakan untuk rail clinic adalah kereta rel diesel yang kemudian dimodifikasi.
Seluruh pengerjaan pembuatan Rail Clinic Dua dilakukan di Balai Yasa Yogyakarta selama sekitar dua bulan.
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Sarana PT KAI Azahari mengatakan, Rail Clinic Dua tersebut direncanakan digunakan untuk melayani warga di Sumatera Selatan.
"Kami akan terus menambah jumlah rail clinic. Akhir tahun ini, akan ada Rail Clinic Tiga dan tahun depan ditambah satu lagi. Totalnya ada empat sehingga bisa menjangkau lebih banyak wilayah," tuturnya.
Sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Rail Clinic Dua di antaranya adalah klinik pemeriksaan umum, gigi, kebidanan, laboratorium sederhana hingga farmasi. Seluruh layanan kesehatan dapat diakses secara gratis.
"Jadwal layanan sudah ditentukan oleh PT KAI. Begitu pula dengan dokter dan tenaga medis yang melayani sudah diatur oleh PT KAI," ujar Asisten Manajer Unit Kesehatan PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Suharmanto.
PT KAI mulai menjalankan berbagai program kesehatan dengan memanfaatkan "rail clinic" pada 2015 sebagai bentuk "corporate social responsibility" perusahaan. Hingga saat ini, "rail clinic" pertama sudah menjalankan tugas ke beberapa daerah yang tidak memiliki akses layanan kesehatan yang baik, di antaranya di Wojo, Cianjur, Sukabumi. (E013)
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
