Jogja (ANTARA Jogja) - Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melakukan studi banding tentang pengelolaan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebanyak 20 anggota Komisi II  DPRD Kotawaringin Timur itu dipimpin Atjim Supiatna. Mereka berkunjung ke kantor Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan diterima Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir di kantornya, Jalan Malioboro 56 Yogyakarta.

Pada kesempatan itu Atjim Supiatna mengatakan sebagai kabupaten baru, Kotawaringin Timur memiliki potensi pariwisata yang bisa dikembangkan, misalnya air terjun, perkebunan sawit, dan hutan bakau.

"Kunjungan kerja ke Provinsi DIY juga membawa misi bagaimana potensi pariwisata Kotawaringin Timur bisa dioptimalkan, sehingga mampu mendatangkan pendaparan asli daerah (PAD) setempat," kata Atjim Supiatna.

Menurut dia, wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur luasnya 1,5 juta haktare, atau lima kali luas Provinsi DIY, sehingga untuk mengembangkan potensi daerah masih mengalami banyak kendala, khususnya sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur transportasi.

Saat ini sarana transportasi yang berkembang di Kotawaringin Timur meliputi Pelabuhan dan Bandar Udara.

"Ke depan kita upayakan ada penerbangan langsung Yogyakarta - Kotawaringin, sehingga wisatawan domestik kedua daerah ini bisa meningkat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir mengatakan  pariwisata DIY memiliki potensi yang lengkap. Keanekaragaman wisata daerah ini tidak hanya keindahan alam pantai, kerajinan, heritage, kuliner, dan wisata belanja.

"Provinsi DIY wilayahnya kecil, sehingga untuk bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia, potensi wisatanya harus dioptimalkan. ke depan akan ada beberapa objek wisata baru seperti Taman Hutan Rakyat (Tahura) kerja sama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan provinsi serta wisata petualangan  Gua  di Gunung Kidul," kata Tazbir.

Dengan semangat sinergi dan kerja sama antarpelaku pariwisata, kata Tazbir optimistis pariwisata DIY di masa mendatang akan lebih maju lagi.