Kemristek ciptakan vaksin flu burung
Kamis, 5 Juli 2012 13:31 WIB
ilustrasi ayam mati akibat terserang flu burung (foto seruu.com)
Makassar (ANTARA Jogja) - Kementerian Riset dan Teknologi menciptakan vaksin penangkal virus flu burung dan akan diproduksi secara massal oleh PT Bio Farma pada 2013.
"Kami bersyukur ini termasuk terobosan, bibit flu burung sudah ditemukan, tinggal dibiakkan dan akan diproduksi massal," kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan, Gusti mengatakan, vaksin flu burung sudah ditemukan dengan pengembangan bibit untuk nantinya dijadikan vaksin. Tidak hanya itu, vaksin lain untuk bayi dan anak Sekolah Dasar juga mulai diuji coba.
"Setiap tahun minimal 5-7 juta vaksin untuk bayi diambil dari luar negeri tentunya uang kita habis, begitu juga vaksin anak usia sekolah belasan juta vaksin dipakai. Oleh karena itu kita terus meneliti sehingga bisa segera diproduksi di dalam negeri" ungkapnya.
Tidak hanya itu, kata pejabat kelahiran 1 September 1952 ini, telah dibentuk konsorsium dan meneliti dalam pembuatan vaksin-vaksin untuk penanggulangan penyakit Hepatitis B dan C.
"Saya terus mengarahkan semuanya termasuk 7 UKM di bawah kordinasi Ristek. LIPI dan BATAN sudah banyak membantu ke daerah-daerah dan saya juga mengarahkan terus agar dibantu koridor-koridor serta kementerian lain agar tetap berkoordinasi," katanya.
Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat ini menambahkan, apabila seluruh daerah di Indonesia bangkit dan melakukan gerakan serupa maka gerakan nasional juga akan terangkat dan kondisi indonesia akan lebih baik.
(KR-DF)
"Kami bersyukur ini termasuk terobosan, bibit flu burung sudah ditemukan, tinggal dibiakkan dan akan diproduksi massal," kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan, Gusti mengatakan, vaksin flu burung sudah ditemukan dengan pengembangan bibit untuk nantinya dijadikan vaksin. Tidak hanya itu, vaksin lain untuk bayi dan anak Sekolah Dasar juga mulai diuji coba.
"Setiap tahun minimal 5-7 juta vaksin untuk bayi diambil dari luar negeri tentunya uang kita habis, begitu juga vaksin anak usia sekolah belasan juta vaksin dipakai. Oleh karena itu kita terus meneliti sehingga bisa segera diproduksi di dalam negeri" ungkapnya.
Tidak hanya itu, kata pejabat kelahiran 1 September 1952 ini, telah dibentuk konsorsium dan meneliti dalam pembuatan vaksin-vaksin untuk penanggulangan penyakit Hepatitis B dan C.
"Saya terus mengarahkan semuanya termasuk 7 UKM di bawah kordinasi Ristek. LIPI dan BATAN sudah banyak membantu ke daerah-daerah dan saya juga mengarahkan terus agar dibantu koridor-koridor serta kementerian lain agar tetap berkoordinasi," katanya.
Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat ini menambahkan, apabila seluruh daerah di Indonesia bangkit dan melakukan gerakan serupa maka gerakan nasional juga akan terangkat dan kondisi indonesia akan lebih baik.
(KR-DF)
Pewarta :
Editor : Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemberian burung hantu dari Presiden Prabowo untuk tingkatkan produksi padi
20 April 2025 13:35 WIB, 2025
BKSDA sebut ratusan burung pipit mati di Bandara Ngurah Rai tersambar petir
25 November 2024 9:15 WIB, 2024
Balai Karantina DIY menggagalkan penyelundupan cucak hijau dari Balikpapan
14 August 2024 22:36 WIB, 2024