Sebanyak 822 perkutut meriahkan Piala Raja Hamengku Buwono Cup 2025

id burung, piala, raja hamengku buwono cup, lomba, kicau,pariwisata, yogyakarta, DIY

Sebanyak 822 perkutut meriahkan Piala Raja Hamengku Buwono Cup 2025

Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut Piala Raja Hamengku Buwono Cup 2025, di Alun-Alun Kidul, Minggu (7/9/2025). ANTARA/Anwar Annas Rifa'i

Yogyakarta (ANTARA) - Kicauan merdu burung perkutut kembali menggema di langit Yogyakarta. Ratusan pecinta burung dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul mengikuti Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut Piala Raja Hamengku Buwono Cup 2025, di Alun-Alun Kidul, Minggu (7/9/2025).

Kompetisi yang telah memasuki gelaran ke-34 ini mempertandingkan lima kategori, yaitu Piyik Bebas, Piyik Yunior, Piyik Hanging, Dewasa Senior, dan Dewasa Yunior.

Iwan Pramana, dari Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata D.I. Yogyakarta, mengungkapkan rasa bangga atas tingginya antusiasme peserta dalam lomba kali ini.

“Ini sangat menarik sekali. Kami sangat senang dan bangga, karena ini merupakan gelaran Konkurs Nasional Lomba Seni Suara Burung Perkutut yang sudah ke-34, dan pesertanya datang dari berbagai wilayah di Nusantara seperti Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, dan Lombok," katanya.

Baca juga: Pemberian burung hantu dari Presiden Prabowo untuk tingkatkan produksi padi

Antusiasme peserta sangat tinggi, katanya, dengan sekitar 822 burung yang diperlombakan.

"Ini termasuk kelas bergengsi, dan kami melihatnya sekaligus sebagai atraksi pariwisata karena menjadi bagian dari seni budaya,” ujarnya.

Iwan juga menambahkan harapannya agar ke depan lomba ini bisa menjangkau level internasional.

“Dulu di zaman Sriwijaya, bahkan pernah ada pertukaran burung perkutut dengan Raja Thailand. Tadi saya bertemu dengan teman-teman dari Thailand Selatan, yang juga merupakan penggemar dan anggota komunitas yang mengembangkan lomba perkutut di sana," katanya.

Baca juga: Balai Karantina DIY menggagalkan penyelundupan cucak hijau dari Balikpapan

Ia berharap lomba tersebut tidak hanya berskala nasional, tetapi juga internasional, dengan melibatkan peserta dari Malaysia, Thailand, dan negara-negara ASEAN lainnya.

Sementara itu, perwakilan tim Slipknot yang berhasil membawa pulang gelar juara menyampaikan rasa bangga atas kerja keras mereka.

“Tentunya saya sangat bangga dan senang, karena berkat kerja keras kami dalam melatih dan mempersiapkan burung perkutut yang kami lombakan, akhirnya kami bisa meraih gelar juara dalam perlombaan ini,” ujar perwakilan tim Slipknot.

Hal serupa juga disampaikan oleh Mahbub, salah satu peserta lomba dari Pasuruan, Jawa Timur.

Baca juga: Kicauan burung di bukit Menoreh Jatimulyo di Kulon Progo

“Kami sangat senang, selain itu kami juga hobi dalam kegiatan seperti ini, dan kami sering mengikuti perlombaan-perlombaan serupa. Harapan saya, ke depan bisa terus mengikuti event-event seperti ini dan semoga bisa menang,” tuturnya.

Dengan jumlah peserta yang terus meningkat dan dukungan dari berbagai pihak, Piala Raja Hamengku Buwono Cup kini bukan hanya menjadi ajang prestasi bagi pecinta burung perkutut, tetapi juga sarana untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Yogyakarta di kancah nasional maupun internasional.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.