Jogja (ANTARA Jogja) - Karbol Akademi Angkatan Udara Yogyakarta perlu mengetahui bidang hubungan masyarakat untuk menunjang pelaksanaan tugas setelah lulus, kata pimpinan delegasi Canadian Directorate Military Training and Cooperation Jean Neron.
"Oleh karena itu kami memberikan pengetahuan bidang hubungan masyarakat (humas) kepada para karbol melalui simposium kehumasan," katanya di sela-sela simposium kehumasan di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Jumat.
Kegiatan itu, menurut dia, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para karbol mengenai berbagai hal seputar kehumasan yang nanti dapat menunjang dalam pelaksanaan tugas setelah lulus dari pendidikan di AAU.
Ia mengatakan AAU merupakan institusi pertama yang mendapat kunjungan dari Canadian Directorate Military Training and Cooperation (CDMTC) untuk melaksanakan simposium kehumasan. Selanjutnya CDMTC akan mengunjungi Akademi Miiter (Akmil) dan Akademi Angkatan Laut (AAL).
"Simposium tentang kehumasan di AAU itu merupakan yang pertama kali diberikan kepada para taruna di Indonesia. Karbol AAU mendapatkan kesempatan yang pertama pertama kali dalam pelaksanaan simposium tersebut," katanya.
Direktur Pendidikan (Dirdik) AAU Kolonel Pnb Sungkono yang mewakili Gubernur AAU Marsekal Muda (Marsda) TNI Bambang Samoedro mengatakan sebanyak 40 karbol terdiri atas 20 karbol tingkat II dan 20 karbol tingkat III mendapatkan kesempatan mengikuti simposium tersebut.
"Simposium tersebut untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai berbagai hal di bidang kehumasan dari para instruktur CDMTC yang memang sudah berkualifikasi dalam bidangnya," katanya.
Menurut dia kegiatan seperti itu akan sangat berharga bagi para karbol, sehingga tidak hanya wawasan mereka tetapi juga kesadaran mengenai pentingnya kegiatan humas yang pada saat ini akan meningkat.
"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada delegasi CDMTC yang telah menjadikan AAU sebagai tujuan pertama dalam rangkaian kegiatan safari simposium kehumasan," katanya.
(L.B015)
"Oleh karena itu kami memberikan pengetahuan bidang hubungan masyarakat (humas) kepada para karbol melalui simposium kehumasan," katanya di sela-sela simposium kehumasan di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Jumat.
Kegiatan itu, menurut dia, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para karbol mengenai berbagai hal seputar kehumasan yang nanti dapat menunjang dalam pelaksanaan tugas setelah lulus dari pendidikan di AAU.
Ia mengatakan AAU merupakan institusi pertama yang mendapat kunjungan dari Canadian Directorate Military Training and Cooperation (CDMTC) untuk melaksanakan simposium kehumasan. Selanjutnya CDMTC akan mengunjungi Akademi Miiter (Akmil) dan Akademi Angkatan Laut (AAL).
"Simposium tentang kehumasan di AAU itu merupakan yang pertama kali diberikan kepada para taruna di Indonesia. Karbol AAU mendapatkan kesempatan yang pertama pertama kali dalam pelaksanaan simposium tersebut," katanya.
Direktur Pendidikan (Dirdik) AAU Kolonel Pnb Sungkono yang mewakili Gubernur AAU Marsekal Muda (Marsda) TNI Bambang Samoedro mengatakan sebanyak 40 karbol terdiri atas 20 karbol tingkat II dan 20 karbol tingkat III mendapatkan kesempatan mengikuti simposium tersebut.
"Simposium tersebut untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai berbagai hal di bidang kehumasan dari para instruktur CDMTC yang memang sudah berkualifikasi dalam bidangnya," katanya.
Menurut dia kegiatan seperti itu akan sangat berharga bagi para karbol, sehingga tidak hanya wawasan mereka tetapi juga kesadaran mengenai pentingnya kegiatan humas yang pada saat ini akan meningkat.
"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada delegasi CDMTC yang telah menjadikan AAU sebagai tujuan pertama dalam rangkaian kegiatan safari simposium kehumasan," katanya.
(L.B015)