DIY tambah 66 hotel tahun ini
Senin, 7 Januari 2013 7:12 WIB
Ilustrasi hotel (Foto ihs-indonesia.info)
Jogja (ANTARA Jogja)-Jumlah hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta akan bertambah sebanyak 66 hotel pada tahun ini, kata Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia provinsi ini, Deddy Pranowo Eryono.
"Pada tahun ini jumlahnya (hotel) akan ditambah sebanyak 66 hotel yang terdiri atas 22 hotel bintang dan 44 non bintang (melati),"katanya di Yogyakarta, Senin.
Dia mengatakan dengan penambahan sebanyak 66 hotel tersebut, jumlah persediaan kamar hotel akan bertambah 10.000 kamar.
Sehingga, lanjut dia, ditambah dengan yang sudah ada, secara keseluruhan akan tersedia 28.000 kamar hotel di DIY pada tahun ini.
Hingga tahun 2012, jumlah hotel di DIY sebanyak 384 yang terdiri atas 42 hotel bintang dan 342 hotel non bintang (melati).
Menurut Deddy penambahan tersebut dipicu karena hingga saat ini DIY masih sangat menarik untuk acara-acara pertemuan berskala Nasional maupun Internasional.
"Yogyakarta masih sangat menarik dan potensial untuk objek bisnis yang terfokus pada " Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition" (Mice) baik dalam skala Nasional maupun Internasional,"katanya.
Dengan demikian, kata dia, jumlah okupansi hotel pada tahun ini dipastikan juga akan meningkat dari tahun lalu.
"Dengan penambahan hotel bisa dipastikan okupansi meningkat asalkan tiap-tiap hotel yang baru juga mampu memberikan promosi yang lebih menarik,"katanya.
Dia mengatakan untuk pertumbuhan okupansi hotel juga sangat terpengaruh dengan perkembangan even-even budaya di tiap-tiap objek wisata yang disediakan.
"Berkembangnya even-even budaya di setiap objek wisata di DIY terkait dengan bertambahnya pengunjung atau wisatawan yang datang sehingga secara langsung atau tidak akan mempengaruhi jumlah okupansi hotel,"katanya.
Deddy berharap dengan pertumbuhan jumlah hotel tersebut juga dapat diimbangi dengan pertumbuhan infrastruktur yang memadai oleh pemerintah setempat.
"Infrastruktur juga harus didukung misalnya dengan menambah kantung-kantung parkir bagi bus-bus pariwisata,"katanya.
Selain itu, lanjut dia, sosialisasi terkait informasi lalu lintas juga diharapkan lebih jelas sehingga dapat memudahkan para pendatang.
"Kami juga berharap agar sebelum peraturan baru lalu lintas diberlakukan agar lebih dulu memberikan sosialisasi yang jelas sehingga memudahkan para pendatang," katanya.
(KR-LQH)
"Pada tahun ini jumlahnya (hotel) akan ditambah sebanyak 66 hotel yang terdiri atas 22 hotel bintang dan 44 non bintang (melati),"katanya di Yogyakarta, Senin.
Dia mengatakan dengan penambahan sebanyak 66 hotel tersebut, jumlah persediaan kamar hotel akan bertambah 10.000 kamar.
Sehingga, lanjut dia, ditambah dengan yang sudah ada, secara keseluruhan akan tersedia 28.000 kamar hotel di DIY pada tahun ini.
Hingga tahun 2012, jumlah hotel di DIY sebanyak 384 yang terdiri atas 42 hotel bintang dan 342 hotel non bintang (melati).
Menurut Deddy penambahan tersebut dipicu karena hingga saat ini DIY masih sangat menarik untuk acara-acara pertemuan berskala Nasional maupun Internasional.
"Yogyakarta masih sangat menarik dan potensial untuk objek bisnis yang terfokus pada " Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition" (Mice) baik dalam skala Nasional maupun Internasional,"katanya.
Dengan demikian, kata dia, jumlah okupansi hotel pada tahun ini dipastikan juga akan meningkat dari tahun lalu.
"Dengan penambahan hotel bisa dipastikan okupansi meningkat asalkan tiap-tiap hotel yang baru juga mampu memberikan promosi yang lebih menarik,"katanya.
Dia mengatakan untuk pertumbuhan okupansi hotel juga sangat terpengaruh dengan perkembangan even-even budaya di tiap-tiap objek wisata yang disediakan.
"Berkembangnya even-even budaya di setiap objek wisata di DIY terkait dengan bertambahnya pengunjung atau wisatawan yang datang sehingga secara langsung atau tidak akan mempengaruhi jumlah okupansi hotel,"katanya.
Deddy berharap dengan pertumbuhan jumlah hotel tersebut juga dapat diimbangi dengan pertumbuhan infrastruktur yang memadai oleh pemerintah setempat.
"Infrastruktur juga harus didukung misalnya dengan menambah kantung-kantung parkir bagi bus-bus pariwisata,"katanya.
Selain itu, lanjut dia, sosialisasi terkait informasi lalu lintas juga diharapkan lebih jelas sehingga dapat memudahkan para pendatang.
"Kami juga berharap agar sebelum peraturan baru lalu lintas diberlakukan agar lebih dulu memberikan sosialisasi yang jelas sehingga memudahkan para pendatang," katanya.
(KR-LQH)
Pewarta :
Editor : Masduki Attamami
Copyright © ANTARA 2026