Logo Header Antaranews Jogja

KAI Yogyakarta menutup 38 perlintasan liar dukung program pemerintah

Kamis, 7 Mei 2026 16:20 WIB
Image Print
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta melakukan penutupan perlintasan liar di wilayah itu sabaga8 upaya mendukung pemerintah dalam menutup perlintasan liar. ANTARA/HO-PT KAI Daop 6 Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mendukung pemerintah dalam menutup perlintasan liar melalui tindakan sigap dengan melaksanakan penutupan sebanyak 38 perlintasan liar dalam kurun waktu 2023-2026 ini.

"Penutupan perlintasan liar dilakukan karena sangat berbahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya itu sendiri," kata Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, perlintasan liar tidak memiliki pengamanan yang memadai dan berada di luar pengaturan resmi, kondisi ini tentu menimbulkan potensi risiko bahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat.

"Sepanjang periode 2023–Mei 2026, Daop 6 telah mendukung pemerintah dengan terinci pada 2023 sebanyak enam perlintasan, 2024 sebanyak 14 perlintasan, 2025 sebanyak 14 perlintasan, dan sampai Mei 2026 sebanyak 4 perlintasan telah ditutup," katanya.

Ia mengatakan, 38 perlintasan liar yang ditutup tersebut tersebar di wilayah Wonogiri sebanyak 17 perlintasan, Solo sebanyak empat perlintasan, Wojo empat perlintasan, Wates tiga perlintasan, Brambanan dua perlintasan, Sumberlawang dua perlintasan, Sragen dua perlintasan.

Kemudian perlintasan liar di Yogyakarta sebanyak dua perlintasan, Klaten satu perlintasan dan Palur sebanyak satu perlintasan.

"Saat ini, di wilayah Daop 6 Yogyakarta terdapat total 292 perlintasan sebidang yang terdiri dari 97 perlintasan dijaga KAI, 29 perlintasan dijaga pemda, 17 perlintasan dijaga pihak eksternal dan 136 perlintasan liar.

"Ke depannya, penanganan perlintasan akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penutupan perlintasan yang berisiko, peningkatan penjagaan dan pengawasan, hingga pemanfaatan teknologi," katanya.

Selain itu, Daop 6 juga secara aktif menggencarkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat. Hingga Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 217 kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan, yang terdiri dari 212 kegiatan di perlintasan sebidang dan lima kegiatan di sekolah serta lingkungan masyarakat.

"Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di sekitar jalur kereta api," katanya.

Feni mengatakan, dalam memberikan pemahaman dan penyampaian informasi keselamatan secara langsung kepada pengguna jalan raya di lapangan, Daop 6 juga memasang perangkat pengeras suara atau audio imbauan keselamatan di sembilan titik perlintasan Daop 6 Yogyakarta, yaitu di JPL 736, 739, 3A, 352, 351, 320, 316, 350, dan 349.

"Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan agar tertib mematuhi rambu-rambu dan lebih waspada saat berada di perlintasan kereta api," katanya.

Ia menambahkan, kompetensi petugas penjaga perlintasan (PJL) juga menjadi perhatian utama. Hingga Triwulan I 2026, Daop 6 telah melaksanakan pembinaan PJL hingga angkatan ke-7 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menjaga keselamatan di perlintasan.

"Tidak hanya kepada para petugas PJL yang dikelola KAI tapi juga berkolaborasi dengan para petugas di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan di berbagai titik," katanya.

Manajemen Daop 6 Yogyakarta juga secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke lapangan setiap bulannya melalui kegiatan Tilik Perlintasan Sebidang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai prosedur serta memberikan pembinaan secara langsung guna meningkatkan kinerja dan kesiapsiagaan di lapangan.

"Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui berbagai upaya seperti penutupan perlintasan liar, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan perangkat imbauan keselamatan, serta pembinaan berkelanjutan petugas di lapangan, diharapkan dapat meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan perkeretaapian," katanya.



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026