Warga kembangkan usaha es krim lidah buaya
Selasa, 27 Mei 2014 14:40 WIB
Tanaman Lidah Buaya Atau Alouvera (antaranews.com)
Kulon Progo (Antara Jogja) - Seorang warga pembudi daya tanaman lidah buaya atau aloevera di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuat dan mengembangkan es krim dan berbagai jenis olahan lain dengan berbahan tanaman tersebut.
Seorang pembudi daya tanaman lidah buaya, Imam Rodli di Kulon Pogo, Selasa, mengatakan selama ini di Yogyakarta belum ada yang membudidayakan tanaman lidah buaya secara serius.
"Bagi saya, hal ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan mengingat tanaman ini juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan," kata Imam.
Ia mengatakan lidah buaya dapat dibuat berbagai jenis olahan seperti eskrim, cendol, manisan, dan keripik lidah buaya. Sebab, selama ini Imam belum pernah menemui ada yang memproduksi es krim lidah buaya di Yogyakarta. Bahkan, es krim lidah buaya produksinya ini kemungkinan merupakan yang pertama di Indonesia.
� "Es krim lidah buaya di Indonesia belum ada, saya belajar cara membuat es krim secara umum kemudian bahannya diganti lidah buaya, dan jadilah es krim lidah buaya," kata Imam.
Es krim lidah buaya memang terdengar masih asing dan belum akrab di telinga masyarakat. Namun, Imam mengembangkan tanaman ini untuk diproduksi menjadi es krim dan produk minuman lain. Hasilnya, menyegarkan sekaligus menyehatkan.
� Ia mengatakan, usahanya ini berawal dari memanfaatkan lahan sempit di halaman rumahnya dengan mengembangkan budidaya lidah buaya sejak dua tahun lalu. Di rumahnya yang ada di tepi Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Sebokarang Kecamatan Wates.
Menurut Imam, pada waktu awal mengenalkan produk minuman lidah buaya pada masyarakat memang sempat terkendala. Sebagian orang masih menganggap jijik lidah buaya karena berlendir dan beraroma kurang sedap saat belum diolah.
� Tapi, lanjut Imam, setelah merasakan mereka suka. Memang perlu edukasi kepada konsumen.
"Sekarang sudah banyak yang suka, bahkan di pameran yang digelar Pemkab Kulon Progo akhir tahun lalu dan di pameran Pemkab Sleman bulan lalu banyak peminatnya, per hari 300 gelas, saya sampai kewalahan," kata dia.
Ia mengarakan khasiatnya banyak, antara lain memperbaiki pencernaan seperti mengatasi maag, sulit buang air besar, juga menjaga stamina dan kekebalan tubuh, serta menghaluskan kulit.
Selain segar dan berkhasiat, lanjut Imam harga minuman serta camilan lidah buaya produksi Imam ini sangat terjangkau. Untuk es krim Rp 2 ribu-Rp 4 ribu per cup atau gelas, manisan dan cendol Rp 3 ribu per cup, dan kripik Rp 2 ribu per kemasan 50 gram. Untuk mengembangkan usahanya, Imam juga membuat pembibitan lidah buaya.
Dalam sehari, Imam rata-rata memproduksi 100 cup es krim, cendol, dan manisan. Sedangkan keripik lidah buaya satu kg per hari. Menurut Imam, pemasaran produk ini bagus. Namun saat ini dia masih mengutamakan pemesanan seperti untuk acara pesta pernikahan maupun ulang tahun, mengingat bahan baku yang masih terbatas.
"Kami juga baru mau cari outlet, terutama di Kota Yogyakarta karena yang sudah banyak tahu khasiat lidah buaya.Kami berharap usaha ini bisa berkembang baik," kata istri Imam, Yayuk Puji Rahayu.
(U.KR-STR)
Seorang pembudi daya tanaman lidah buaya, Imam Rodli di Kulon Pogo, Selasa, mengatakan selama ini di Yogyakarta belum ada yang membudidayakan tanaman lidah buaya secara serius.
"Bagi saya, hal ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan mengingat tanaman ini juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan," kata Imam.
Ia mengatakan lidah buaya dapat dibuat berbagai jenis olahan seperti eskrim, cendol, manisan, dan keripik lidah buaya. Sebab, selama ini Imam belum pernah menemui ada yang memproduksi es krim lidah buaya di Yogyakarta. Bahkan, es krim lidah buaya produksinya ini kemungkinan merupakan yang pertama di Indonesia.
� "Es krim lidah buaya di Indonesia belum ada, saya belajar cara membuat es krim secara umum kemudian bahannya diganti lidah buaya, dan jadilah es krim lidah buaya," kata Imam.
Es krim lidah buaya memang terdengar masih asing dan belum akrab di telinga masyarakat. Namun, Imam mengembangkan tanaman ini untuk diproduksi menjadi es krim dan produk minuman lain. Hasilnya, menyegarkan sekaligus menyehatkan.
� Ia mengatakan, usahanya ini berawal dari memanfaatkan lahan sempit di halaman rumahnya dengan mengembangkan budidaya lidah buaya sejak dua tahun lalu. Di rumahnya yang ada di tepi Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Sebokarang Kecamatan Wates.
Menurut Imam, pada waktu awal mengenalkan produk minuman lidah buaya pada masyarakat memang sempat terkendala. Sebagian orang masih menganggap jijik lidah buaya karena berlendir dan beraroma kurang sedap saat belum diolah.
� Tapi, lanjut Imam, setelah merasakan mereka suka. Memang perlu edukasi kepada konsumen.
"Sekarang sudah banyak yang suka, bahkan di pameran yang digelar Pemkab Kulon Progo akhir tahun lalu dan di pameran Pemkab Sleman bulan lalu banyak peminatnya, per hari 300 gelas, saya sampai kewalahan," kata dia.
Ia mengarakan khasiatnya banyak, antara lain memperbaiki pencernaan seperti mengatasi maag, sulit buang air besar, juga menjaga stamina dan kekebalan tubuh, serta menghaluskan kulit.
Selain segar dan berkhasiat, lanjut Imam harga minuman serta camilan lidah buaya produksi Imam ini sangat terjangkau. Untuk es krim Rp 2 ribu-Rp 4 ribu per cup atau gelas, manisan dan cendol Rp 3 ribu per cup, dan kripik Rp 2 ribu per kemasan 50 gram. Untuk mengembangkan usahanya, Imam juga membuat pembibitan lidah buaya.
Dalam sehari, Imam rata-rata memproduksi 100 cup es krim, cendol, dan manisan. Sedangkan keripik lidah buaya satu kg per hari. Menurut Imam, pemasaran produk ini bagus. Namun saat ini dia masih mengutamakan pemesanan seperti untuk acara pesta pernikahan maupun ulang tahun, mengingat bahan baku yang masih terbatas.
"Kami juga baru mau cari outlet, terutama di Kota Yogyakarta karena yang sudah banyak tahu khasiat lidah buaya.Kami berharap usaha ini bisa berkembang baik," kata istri Imam, Yayuk Puji Rahayu.
(U.KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor : Heru Jarot Cahyono
Copyright © ANTARA 2026