Kulon Progo (Antara Jogja) - Kepolisian Resor Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berkeoordinasi dengan web development untuk memperbaiki website polreskulonprogo.com yang diretas sejak Senin (12/1).
"Kami baru koordinasi dengan web development untuk perbaikan," kata Kapolres Kulon Progo AKBP Yuliyanto di Kulon Progo, Rabu.
Ia mengatakan website polreskulonprogo.com sudah tidak aktif sejak dua tahun terakhir. Saat ini website ini sudah tidak bisa dibuka masyarakat karena semua kontain bertuliskan Jepang.
Pada halaman depan (homepage) polreskulonprogo.com tampak sebuah artikel pendek menggunakan bahasa Jepang disertai foto ilustrasi pemandangan alam.
"Websitenya lama tidak dibayar, kemudian mati sehingga hostingnya dilepas sama web development.
Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bagian Teknologi Informatika (TI) Polda DIY untuk segera memperbaiki dua situs yang diretas tersebut.
"Kata ahli IT Polda DIY karena hosting dilepas maka spam Jepang masuk, dan itu penawaran minuman Jepang," katanya.
Sebelumnya, pakar teknologi informasi (TI) Romli ZA menduga situs tersebut diretas karena sistem keamanannya kurang berfungsi dengan baik. Terlebih, situs tersebut sudah lama tidak dikelola.
"Beberapa situs, khususnya pemerintahan, biasanya lemah dalam sistem keamanan, sehingga mudah dibobol oleh peretas. Mungkin kurang update sehingga mudah diretas," kata Romli.
(KR-STR)
"Kami baru koordinasi dengan web development untuk perbaikan," kata Kapolres Kulon Progo AKBP Yuliyanto di Kulon Progo, Rabu.
Ia mengatakan website polreskulonprogo.com sudah tidak aktif sejak dua tahun terakhir. Saat ini website ini sudah tidak bisa dibuka masyarakat karena semua kontain bertuliskan Jepang.
Pada halaman depan (homepage) polreskulonprogo.com tampak sebuah artikel pendek menggunakan bahasa Jepang disertai foto ilustrasi pemandangan alam.
"Websitenya lama tidak dibayar, kemudian mati sehingga hostingnya dilepas sama web development.
Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bagian Teknologi Informatika (TI) Polda DIY untuk segera memperbaiki dua situs yang diretas tersebut.
"Kata ahli IT Polda DIY karena hosting dilepas maka spam Jepang masuk, dan itu penawaran minuman Jepang," katanya.
Sebelumnya, pakar teknologi informasi (TI) Romli ZA menduga situs tersebut diretas karena sistem keamanannya kurang berfungsi dengan baik. Terlebih, situs tersebut sudah lama tidak dikelola.
"Beberapa situs, khususnya pemerintahan, biasanya lemah dalam sistem keamanan, sehingga mudah dibobol oleh peretas. Mungkin kurang update sehingga mudah diretas," kata Romli.
(KR-STR)