Yogyakarta, (Antara Jogja) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY menggerakkan puluhan hotel dan restoran untuk mempersembahkan kado ulang tahun ke-259 Kota Yogyakarta yang kemudian diwujudkan menjadi 100 tumpeng.

"Tumpeng-tumpeng ini adalah wujud cinta kami kepada Kota Yogyakarta. Kami hidup dan memperoleh penghidupan di Yogyakarta sehingga ingin memberikan sesuatu ke kota ini," kata Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana di Yogyakarta, Selasa.

Kegiatan yang kemudian diberi nama Kenduri Yogyakarta itu tidak hanya melibatkan hotel dan restoran yang berada di Kota Yogyakarta saja, tetapi ada pula sejumlah hotel yang berlokasi di Sleman yang ikut memeriahkan acara tersebut.

Sekitar 100 tumpeng tersebut kemudian diarak di komplek Balai Kota Yogyakarta dengan iringan prajurit Bregada Pandeyan dari Kecamatan Umbulharjo sebelum diserahkan ke Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Usai diserahkan ke Wali Kota Yogyakarta, tumpeng-tumpeng tersebut didoakan oleh enam pemuka agama dan kemudian dibagikan kepada seluruh masyarakat untuk disantap bersama.

"Tumpeng-tumpeng ini adalah persembahan terbaik dari juru masak di tiap hotel dan restoran. Tidak ada aturan khusus untuk tumpeng yang diberikan. Semuanya hasil kreasi masing-masing tempat usaha," katanya.

Ia mengatakan, PHRI tidak akan berhenti dengan kegiatan kenduri tumpeng saja, tetapi siap memberikan kejutan lain pada ulang tahun Kota Yogyakarta berikutnya.

Namun demikian, Deddy berharap agar Pemerintah Kota Yogyakarta juga memberikan perhatian untuk perkembangan pariwisata di kota tersebut, salah satunya dengan promosi wisata guna mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan serta perbaikan infrastruktur.

"Infrastruktur yang mendesak adalah lokasi parkir yang memadai," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang didampingi sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Yogyakarta memberikan apresiasi atas acara tersebut.

"Pencapaian yang selama ini diraih Kota Yogyakarta juga tidak terlepas dari peran serta masyarakat, pemerintah dan dunia usaha yang saling bersinergi," katanya.

Ia berharap, ketiga unsur tersebut bisa saling memberikan motivasi dan dukungan untuk terus membangun Kota Yogyakarta menjadi lebih baik tanpa meninggalkan jati diri sebagai kota yang berbudaya.

Ulang tahun Kota Yogyakarta jatuh pada Rabu (7/10). Puncak acara peringatan akan diisi dengan kegiatan Pawai Budaya Jogja pada malam harinya. ***4***

(E013)


Pewarta : Oleh Eka Arifa Rusqiyati
Editor : Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2024