Yogyakarta (Antara Jogja) - Dewan Jaminan Sosial Nasional meminta seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di berbagai daerah melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara profesional.

"Kami meminta seluruh pasien peserta mendapatkan pelayanan secara profesional mulai dari FKTP," kata Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi) Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Ahmad Ansyori saat mengunjungi Kantor LKBN Antara Biro DI Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, sesuai hasil survei monitoring dan evaluasi di berbagai daerah, masih banyak ditemukan FKTP atau faskes primer yang belum optimal dalam melayani peserta JKN.

Hal itu, menurut Ansyori, misalnya dapat dilihat dengan masih banyaknya pihak FKTP seperti puskesmas, klinik atau dokter praktik perseorangan yang mudah memberikan rujukan pasien ke jenjang pelayanan berikutnya, sebelum memberikan pelayanan secara optimal.

"Faktanya masih banyak FKTP yang sering memberikan rujukan melebihi angka ideal," kata dia.

Selain itu, ia juga masih menemukan FKTP yang meminta uang tebusan kepada pasien peserta JKN untuk membeli obat.

Padahal, Ansyori mengatakan, seharusnya FKTP tidak lagi memberikan beban biaya apapun kepada pasien, sebab seluruh kebutuhan medis telah tercover dalam sistem JKN yang dibayarkan melalui sistem kapitasi.

Ia menjelaskan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada dasarnya telah menyerahkan 100 persen dana kapitasi awal kepada seluruh FKTP untuk dikelola secara mandiri, dengan peruntukan 60 persen biaya jasa dokter, dan 40 persen untuk obat-obatan.

"Jadi dengan alasan dan alur cerita apapun pasien tidak boleh dibebani biaya tambahan," kata dia.

Untuk memastikan pelayanan jenjang FKTP, hingga Rumah Sakit DJSN akan mengintensifkan upaya monitoring dan evaluasi di berbagai daerah.

"Sejak operasional BPJS Kesehatan menyelenggarakan program JKN pada 1 Januari 2014, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah permasalahan yang membutuhkan penyelesaian secepatnya, khususnya dalam hal teknis operasional pelayanan yang masih memerlukan komitmen semua pihak," kata dia.


(T.L007)