Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan semangat kebersamaan, berupaya keras  menggiatkan pembangunan untuk meningkatkan derajat hidup warga masayarakatnya.

      Pembangunan beberapa mega proyek (terutama bandara) dioptimalkan sebagai "entry poin" untuk menggerakkan laju berbagai sektor seperti infrastruktur, pariwisata, pertanian, industri, UMKM, kesehatan, pendidikan dan lain-lain.

      Pada Hari Ulang Tahun ke - 67 Kabupaten Kulon Progo mengambil tema "Dengan Semangat Kebersamaan Dalam Keberagaman Kita Songsong Kejayaan Kulon Progo".

       Dengan semangat kebersamaan, dimana Kulon Progo saat ini sedang berproses membangun diri perlu "golong gilig" gotong royong dan disiplin tinggi untuk meningkatkan kemandirian dengan slogan "Bela Beli Kulon Progo" menuju Kejayaan Kulon Progo.

    Untuk mewujudkan Kejayaan Kulon Progo dibutuhkan kerja sama yang baik antar lembaga dan antar Organisasi Perangkat Daerah, dan dukungan masyarakat.
       Pada 2018 dan 2019, adalah proses pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan Presiden serta Wakil Presiden.

       Sebagai mana lazimnya sebuah kontestasi, dipastikan akan ada dinamika politik yang sangat tinggi karena adanya keberagaman  pilihan di tengah - tengah masyarakat.

       Untuk itu kedewasaan, semangat musyarawarah, saling menghormati dan menghargai pendapat, kebesaran hati menerima perbedaan pilihan sangat penting dikedepankan. Aktualisasi dan ekspresi pilihan tidak perlu ditonjolkan secara berlebihan. Hal ini demi kondusifitas dan keberhasil pembangunan demi "Kejayaan Kulon Progo".
  Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo meracik Kopi Menoreh, kopi asli wilayah itu. (Foto ANTARA/Mamiek)
      Untuk menunjukan keberhasilan pembangunan Kabupaten Kulon Progo selama satu tahun, masing-masing OPD dengan dukungan berbagai elemen masyarakat melaksanan berbagai kegiatan yang tertuang dalam Agenda Kegiatan Peringatan HUT ke 67 Kabupaten Kulon Progo 2018 yang berlangsung dari 17 September sampai 27 Oktober, yakni

1.17 September telah berlangsung Evaluasi Bibit Sapi Potong dan Kontes Kambing PE diselenggarakan           Dinas Pertanian dan Pangan
2. 29 September sampai 6 Oktober telah berlangsung Manunggal    Fair yang diikuti OPD, BUMN, BUMD,           UMKM, dan pelaku usaha
3. 29 September telah dilaksanakan All Bike Sepeda Nusantara 67 KM, Fun Bike 15 KM, Sport Fair, Lomba       Gebyar Senam, Jalan Sehat, Lomba Olahraga Tradisional, Pentas Musik Elektone,    dan Pengundian             Door Prize
4. 7 Oktober telah dilaksanakan Heritage Trail "Sesaba Kulon    Progo" oleh Dinas Kebudayaan.
      Selain itu, Pembukaan Menoreh Art Festival (MAF) dilanjutkan Parade Gamelan Nusantara, Pameran
      Seni Rupa, Batik, Bonsai, dan Keris serta Pameran Hasil Kerajinan oleh    Dinas Kebudayaan
5. 8-12 Oktober berlangsung Pameran Hasil Kerajinan, Pentas    Seni, Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya        di Alun-alun Wates yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan
6. 10 Oktober telah dilaksanan Ziarah ke makam-makam mantan Bupati Kulon Progo di tujuh lokasi
7. 12 Oktober berlangsung Nglinggo Uniquely diselenggarakan Dinas Pariwisata
8. 13 Oktober akan berlangsung Menoreh Carnival di pusatkan di Alun-alun Wates pada pukul 13.00 WIB         sampai selesai
     Selain itu, Penganugrahan Budaya 2018 di Alun-alun Wates pada 19.30 WIB sampai selesai
9. 14 Oktober akan berlangsung Kulon Progo Fashion Day Carnival di Alun-alun Wates pada 13.00 WIB             sampai selesai
     Selain itu, Malam Tirakatan yang berisi ceramah refleksi oleh lima tokoh agama (Dimeriahkan dengan         acara Kenduri Budaya, Parade Rebana Santri, Gambus El Nuha dan Konser "Musikk Seroja" Habib                   Hasyim di Alun-alun Wates pada 20.00 WIB
10. 15 Oktober Sidang Paripurna Istimewa Dewan di DPRD Kulon Progo pada 09.00 WIB sampai selesai
11. 15 Oktober ada Upacara Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kulon Progo dimeriahkan dengan Gelar Sewu                Angguk di Alun-Alun Wates pada 14.00 WIB sampai selesai
12. 15 Oktober ada Lsista, Cakrawala Etnic, Kelompok Suara Rutun di Alun-alun Wates pada 19.30 WIB               sampai selesai
13. 16 Oktober akan berlangsung Macapatan Massal di Alun-alun Wates pada 19.30 WIB
14. 17 - 19 Oktober ada Parade Seni Perbatasan di Alun-alun Wates pada 19.30 WIB sampai selesai
15. 20 Oktober ada Sendratari Topeng "Sugriwo-Subali dan Koes Ploesan di Alun-alun Wates dari 19.30             WIB sampai selesai
16. 21 Oktober ada Gladen Jemparingan Gaya Mataraman Tingkat Nasional dimeriahkan Tari Kolosal                "Wira Pertiwi" di Alun-alun Wates pada 08.00 WIB sampai selesai
      Selain itu, ada Kethoprak Mataraman "Ampak-ampak Kali Progo" pada 19.30 WIB sampai selesai di              Balai Desa Pagerharjo
17. 22-24 Oktober ada Pagelaran Wayang Kulit/Oglek di Alun-alun Wates pada 19.30 WIB
18. 25 Oktober ada Parade Musik Gelora Muda di Alun-alun wates pada 19.30 WIB
19. 26 Oktober ada Festival Padhang Mbulan di Alun-alun Wates pada 19.30 WIB
20. 27 Oktober ada Final Nglarak Blarak antar kecamatan se Kulon Progo di Alun-alun Wates pada 08.00          WIB sampai selesai
     Selain itu, Penutupan Menoreh Art Festival 2018 dimeriahkan pentas Apresiasi Art For Children dan             Sendratari Api di Bukit Menoreh di Alun-alun Wates pada 19.30 WIB dilanjutkan Pagelaran Wayang              Kulit Semalam Suntuk. (ADV)

Pewarta : Sutarmi
Editor : Sutarmi
Copyright © ANTARA 2024