Gunung Kidul bangun TPI Higienis Pantai Sadeng
Senin, 19 November 2018 6:51 WIB
Nelayan Pantai Sadeng Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, panen ikan tuna super. Musim panen ikan super diperkirakan hingga Agustus 2013. Setiap ekor tuna super rata-rata 60 kilogram. (Foto ANTARA/Mamiek)
Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membangun Tempat Pelelangan Ikan higienis di Pelabuhan Pantai Sadeng, Kecamatan Girisubo, supaya ikan-ikan hasil tangkapan nelayan bisa langsung diekspor.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunung Kidul Sugeng Raharjo di Gunung Kidul, Senin, mengatakan pembangunan TPI higienis sendiri merupakan program dari pemerintah pusat melalui APBN yang disalurkan sebesar Rp1,5 miliar.
"Pembangunan TPI Higienis ini merupakan pengembangan dari TPI yang sudah ada. Tahun ini sudah selesai, pembangunan TPI merupakan wewenang dari pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan," katanya.
Dia mengatakan pembangunan ini cukup penting dan krusial. Selama ini ikan di perairan Gunung Kidul sudah memenuhi standar ekspor, karena tidak adanya fasilitas, ikan hasil tangkapan nelayan tersebut harus dikirimkan ke Surabaya terlebih dahulu sebelum nantinya diekpor. Ikan hasil tangkapan di Pantai Sadeng sebagian besar merupakan ikan kualitas ekspor.
"Di Sadeng untuk hasilnya memang tidak bisa dihitung pasti, karena hasil tangkapan tergantung musim. Akhir bulan lalu, setiap hari ada 26 ton ikan cakalang," katanya.
Sugeng mengatakan TPI Higienis Sadeng sudah mulai dioperasikan. Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul telah membuat program optimalisasi. Diharapkan ikan hasil tangkapan bisa dioptimalisasi.
"Pasar selama ini kita yang terbesar di Surabaya, di sana ikan di eksopr ke luar negeri. Harapannya setelah ada TPI Ini ikan bisa diseleksi dengan baik," katanya.
Ia mengatakan di Gunung Kidul sendiri, ada beberapa pantai yang memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Adapun pantai tersebut adalah Pantai Gesing, Baron, Ngrenehan dan Sadeng. Sebagian besar nelayan masih menggunakan cara tradisional.
"Potensi ikan cukup besar, perlu dioptimalkan. Untuk pantai Sadeng karena ada pelabuhan, disana nelayan sudah menggunakan kapal jukung, kapal diatas 5 ton hingga 30 ton. Untuk pantai lainnya rata-rata jukung," katanya.
Bupati Gunung Kidul Badinga mengatakan pihaknya terus berupaya mendukung perekonomian masyarakat. Tidak hanya sektor pariwisata, tetapi pertanian, dan perikanan terus dikembangkan.
"Sesuai dengan program Pemerintah DIY, laut menjadi halaman muka, untuk itu pemerintah kabupaten terus berupaya meningkatkankan kwalitas hasil laut," katanya.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunung Kidul Sugeng Raharjo di Gunung Kidul, Senin, mengatakan pembangunan TPI higienis sendiri merupakan program dari pemerintah pusat melalui APBN yang disalurkan sebesar Rp1,5 miliar.
"Pembangunan TPI Higienis ini merupakan pengembangan dari TPI yang sudah ada. Tahun ini sudah selesai, pembangunan TPI merupakan wewenang dari pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan," katanya.
Dia mengatakan pembangunan ini cukup penting dan krusial. Selama ini ikan di perairan Gunung Kidul sudah memenuhi standar ekspor, karena tidak adanya fasilitas, ikan hasil tangkapan nelayan tersebut harus dikirimkan ke Surabaya terlebih dahulu sebelum nantinya diekpor. Ikan hasil tangkapan di Pantai Sadeng sebagian besar merupakan ikan kualitas ekspor.
"Di Sadeng untuk hasilnya memang tidak bisa dihitung pasti, karena hasil tangkapan tergantung musim. Akhir bulan lalu, setiap hari ada 26 ton ikan cakalang," katanya.
Sugeng mengatakan TPI Higienis Sadeng sudah mulai dioperasikan. Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul telah membuat program optimalisasi. Diharapkan ikan hasil tangkapan bisa dioptimalisasi.
"Pasar selama ini kita yang terbesar di Surabaya, di sana ikan di eksopr ke luar negeri. Harapannya setelah ada TPI Ini ikan bisa diseleksi dengan baik," katanya.
Ia mengatakan di Gunung Kidul sendiri, ada beberapa pantai yang memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Adapun pantai tersebut adalah Pantai Gesing, Baron, Ngrenehan dan Sadeng. Sebagian besar nelayan masih menggunakan cara tradisional.
"Potensi ikan cukup besar, perlu dioptimalkan. Untuk pantai Sadeng karena ada pelabuhan, disana nelayan sudah menggunakan kapal jukung, kapal diatas 5 ton hingga 30 ton. Untuk pantai lainnya rata-rata jukung," katanya.
Bupati Gunung Kidul Badinga mengatakan pihaknya terus berupaya mendukung perekonomian masyarakat. Tidak hanya sektor pariwisata, tetapi pertanian, dan perikanan terus dikembangkan.
"Sesuai dengan program Pemerintah DIY, laut menjadi halaman muka, untuk itu pemerintah kabupaten terus berupaya meningkatkankan kwalitas hasil laut," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DKP Gunungkidul mencatat produksi perikanan tangkap sebanyak 2,6 ton
05 November 2024 20:08 WIB, 2024
Pemkab Gunungkidul perjuangkan penambahan cold storage di Pantai Sadeng
30 June 2024 21:37 WIB, 2024
Nelayan Sadeng Gunung Kidul memanfaatkan rumah pendinginan Inka Projomino
22 August 2019 18:33 WIB, 2019
Terpopuler - Gunung Kidul
Lihat Juga
Diduga lakukan penyimpangan, Pemkab Gunungkidul mutasi petugas TPR Pantai Baron
10 April 2026 18:32 WIB
Pemkab Gunungkidul sebut dua skema bantuan perbaikan rumah tidak layak huni pada 2026
09 March 2026 17:23 WIB