KPU Gunung Kidul simulasi entri data
Jumat, 22 Maret 2019 6:45 WIB
Surat suara Pemilu 2019 yang ada di gudang KPU Kabupaten Gunung Kidul, DIY. (Foto ANTARA/Mamiek)
Gunung Kidul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah melakukan simulasi entri data dan skrining C1 kepada 21 petugas supaya saat penghitunan suara Pemilu 2019, mereka bekerja cepat, tepat dan akurat.
"Simulasi bertujuan agar saat hari pelaksanaan pilihan presidan (pilpres) dan pilihan legislatif (pileg), petugas dapat langsung malakukan entri data dan skrining C1," kata anggota KPU Gunung Kidul Andang Nugroho di Gunung Kidul, Jumat.
Ia mengatakan jumlah petugas entri data dan skrining C1, serta verifikator pada Pemilu 2019 di Gunung Kidul sebanyak 50 orang. Sehingga perlu adanya simulasi untuk mengetahui kesiapan petugas hingga kecepatan yang dibutuhkan untuk entri dan skrining data setiap lembarnya.
Di Kabupaten Gunung Kidul terdapat 2.917 tempat pemungutan suara (TPS). Dari TPS nantinya akan dikirim satu set hasil rekapitulasi hasil langsung ke KPU lewat panitia pengawas kecamatan (PPK).
"Simulasi ini, untuk mengukur kemampuan petugas menyelesaikan berapa TPS. Sehingga akan ditemukan berapa jam yang dibutuhkan untuk menghitung perolehan suara dari 2.817 TPS," katanya.
Andang mengatakan hasil entri dan skrining data C1akan dipublikasikan untuk umum, sehingga masyarakat dapat mengunduh langsung. "Langkah ini sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan pemilu, mulai dari proses hingga hasil akhirnya. Masyarakat dapat melihat TPS mana hasilnya seperti apa. Harapan kami data bisa disajikan secara rinci, lengkap, cepat dan akurat," katanya. ***2***
Baca juga: KPU : surat suara tidak layak bila terdapat noda gambar calon
"Simulasi bertujuan agar saat hari pelaksanaan pilihan presidan (pilpres) dan pilihan legislatif (pileg), petugas dapat langsung malakukan entri data dan skrining C1," kata anggota KPU Gunung Kidul Andang Nugroho di Gunung Kidul, Jumat.
Ia mengatakan jumlah petugas entri data dan skrining C1, serta verifikator pada Pemilu 2019 di Gunung Kidul sebanyak 50 orang. Sehingga perlu adanya simulasi untuk mengetahui kesiapan petugas hingga kecepatan yang dibutuhkan untuk entri dan skrining data setiap lembarnya.
Di Kabupaten Gunung Kidul terdapat 2.917 tempat pemungutan suara (TPS). Dari TPS nantinya akan dikirim satu set hasil rekapitulasi hasil langsung ke KPU lewat panitia pengawas kecamatan (PPK).
"Simulasi ini, untuk mengukur kemampuan petugas menyelesaikan berapa TPS. Sehingga akan ditemukan berapa jam yang dibutuhkan untuk menghitung perolehan suara dari 2.817 TPS," katanya.
Andang mengatakan hasil entri dan skrining data C1akan dipublikasikan untuk umum, sehingga masyarakat dapat mengunduh langsung. "Langkah ini sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan pemilu, mulai dari proses hingga hasil akhirnya. Masyarakat dapat melihat TPS mana hasilnya seperti apa. Harapan kami data bisa disajikan secara rinci, lengkap, cepat dan akurat," katanya. ***2***
Baca juga: KPU : surat suara tidak layak bila terdapat noda gambar calon
Pewarta : Sutarmi
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPU Gunung Kidul sebut dana kampanye Sunaryanta-Heri Susanto Rp5,12 miliar
29 December 2020 7:54 WIB, 2020
KPU sebut tidak ada klaster penularan COVID-19 pada Pilkada Gunung Kidul
27 December 2020 10:49 WIB, 2020
KPU Gunung Kidul menilai pelaksanaan pencoblosan telah patuhi prokes
11 December 2020 18:47 WIB, 2020
Terpopuler - Gunung Kidul
Lihat Juga
Pemkab Gunungkidul memperluas jaringan air bersih untuk atasi kekeringan
14 September 2026 21:26 WIB