Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan anggaran untuk membeli kit tes cepat (rapid test) COVID-19 secara mandiri karena jumlah bantuan yang diterima masih jauh dari kebutuhan.

“Kami sudah menerima 620 kit tes cepat, tetapi, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan sehingga diupayakan ada penambahan dengan pengadaan secara mandiri,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa.

Kit tes cepat yang diterima tersebut sudah didistribusikan ke puskesmas dan rumah sakit milik Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu RS Jogja dan RS Pratama dan akan digunakan untuk mengecek kondisi kesehatan petugas medis yang berada di fasilitas pelayanan kesehatan.

Setiap tenaga medis yang terlibat dalam penanganan pasien terkait COVID-19, akan menjalani dua kali tes sehingga hanya dapat digunakan untuk 310 orang.



“Misalnya di puskesmas ada enam tenaga medis, maka dibutuhkan sekitar 200 rapid tes untuk 18 puskesmas. Belum untuk kebutuhan di RS Jogja dan Pratama yang lebih banyak,” katanya.

Padahal peralatan tersebut juga dibutuhkan untuk mengecek kondisi kesehatan warga yang ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) terkait COVID-19.

“Meskipun hasil tes cepat masih membutuhkan penegasan dengan uji laboratorium dari sampel swab, namun keberadaannya juga dibutuhkan untuk memperoleh indikasi sebanyak-banyaknya terkait kondisi kesehatan warga. Apakah terpapar virus Corona atau memang sehat,” katanya.

Oleh karena itu, kata Heroe yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Yogyakarta itu, pemerintah daerah memutuskan untuk mengadakannya secara mandiri.

Sementara itu, Direktur RS Jogja Ariyudi Yunita mengatakan, kit tes cepat yang diterima akan digunakan untuk mengecek kondisi kesehatan tenaga medis yang terlibat dalam penanganan pasien COVID-19.

“Ada 40 tenaga medis. Untuk saat ini memang baru difokuskan pada tenaga medis,” katanya.*
 


Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2024