"Zara" akan tutup 1.200 toko di seluruh dunia
Senin, 15 Juni 2020 16:19 WIB
Ilustrasi manekin di pusat perbelanjaan (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Inditex, perusahaan mode multinasional asal Spanyol yang menaungi label fesyen Zara, berencana menutup 1.200 toko ritelnya di seluruh dunia.
Selain Zara, perusahaan fesyen yang mengoperasikan lebih dari 7.000 toko di seluruh dunia ini juga menaungi merek lain seperti Zara Home, Massimo Dutti, Bershka, Pull and Bear dan Oysho.
Independent melaporkan pada bulan Maret, perusahaan ini mengumumkan berniat untuk menutup 3.785 toko secara global setelah pandemi virus corona menyebabkan angka penjualan di toko ritel mengalami penurunan.
Tiga bulan kemudian, perusahaan ini merilis pernyataan yang menjelaskan rencananya untuk meningkatkan penjualan secara online, namun dalam prosesnya ratusan toko ritel akan ditutup sebagai bagian dari rencana tersebut.
Dari 7.412 toko ritel besar yang ada di seluruh dunia, Inditex berencana untuk mempertahankan 6.900 toko, namun membuka 450 toko baru yang semuanya dilengkapi dengan teknologi daring untuk penjualan, sehingga menyerap 1.000 hingga 1.200 toko berukuran lebih kecil.
Kendati demikian, selama kuartal pertama 2020 antara 1 Februari hingga 30 April, penjualan Inditex turun hingga 44 persen, sementara 88 persen tokonya masih tetap tutup.
Selama kuartal pertama, perusahaan mencatat kerugian bersih hingga 409 juta euro atau sekira Rp6,5 triliun. Namun penjualan secara daring dikatakan Inditex mengalami peningkatan hingga 50 persen.
"Perusahaan telah memutuskan untuk membuat provisi sebesar 308 juta euro (sekira Rp4,9 triliun) terkait dengan pelaksanaan rencana untuk meningkatkan toko online dan lebih lanjut mengintegrasikannya dengan toko ritel," kata Inditex dalam pernyataanya.
Perusahaan itu juga menyatakan bahwa penjualan toko ritel telah pulih secara bertahap, sejak kembali di buka pada kuartal kedua "dengan pasar-pasar tertentu yang menonjol seperti Cina, Korea Selatan dan Jerman," Independent dikutip Senin.
Selain Zara, perusahaan fesyen yang mengoperasikan lebih dari 7.000 toko di seluruh dunia ini juga menaungi merek lain seperti Zara Home, Massimo Dutti, Bershka, Pull and Bear dan Oysho.
Independent melaporkan pada bulan Maret, perusahaan ini mengumumkan berniat untuk menutup 3.785 toko secara global setelah pandemi virus corona menyebabkan angka penjualan di toko ritel mengalami penurunan.
Tiga bulan kemudian, perusahaan ini merilis pernyataan yang menjelaskan rencananya untuk meningkatkan penjualan secara online, namun dalam prosesnya ratusan toko ritel akan ditutup sebagai bagian dari rencana tersebut.
Dari 7.412 toko ritel besar yang ada di seluruh dunia, Inditex berencana untuk mempertahankan 6.900 toko, namun membuka 450 toko baru yang semuanya dilengkapi dengan teknologi daring untuk penjualan, sehingga menyerap 1.000 hingga 1.200 toko berukuran lebih kecil.
Kendati demikian, selama kuartal pertama 2020 antara 1 Februari hingga 30 April, penjualan Inditex turun hingga 44 persen, sementara 88 persen tokonya masih tetap tutup.
Selama kuartal pertama, perusahaan mencatat kerugian bersih hingga 409 juta euro atau sekira Rp6,5 triliun. Namun penjualan secara daring dikatakan Inditex mengalami peningkatan hingga 50 persen.
"Perusahaan telah memutuskan untuk membuat provisi sebesar 308 juta euro (sekira Rp4,9 triliun) terkait dengan pelaksanaan rencana untuk meningkatkan toko online dan lebih lanjut mengintegrasikannya dengan toko ritel," kata Inditex dalam pernyataanya.
Perusahaan itu juga menyatakan bahwa penjualan toko ritel telah pulih secara bertahap, sejak kembali di buka pada kuartal kedua "dengan pasar-pasar tertentu yang menonjol seperti Cina, Korea Selatan dan Jerman," Independent dikutip Senin.
Pewarta : Maria Rosari Dwi Putri
Editor : Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jogja Fashion Week 2026 siap guncang panggung mode dunia dari jantung Mataram
12 February 2026 21:46 WIB
Jogja Fashion Parade 2026 diikuti 159 desainer Nusantara, 6 model Malaysia
09 February 2026 22:03 WIB
Disney's House of Mouse Jakarta hadirkan Mickey Mouse & Friends untuk Gen Z
28 September 2025 9:33 WIB
Grand Finalis Putra Putri Adikarang 2025 wujudkan generasi muda berprestasi
30 August 2025 19:19 WIB