Bantul (ANTARA) - Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan meminta Pemerintah Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta terus melakukan edukasi mengenai mitigasi bencana kepada warga.

"Karena kita tinggal di daerah rawan bencana, saya mengajak melalui Pak Wakil Bupati, Kepala BPBD, untuk terus melakukan simulasi dan edukasi kepada masyarakat, karena mereka tinggal di daerah rawan bencana," katanya di Bantul, Jumat.

"Teman-teman dari BMKG bisa melakukan sosialisasi, mengingatkan lagi, kalau bahasa Kepala BNPB, kita tidak boleh lelah untuk selalu mengingatkan dan mengingatkan lagi, supaya tidak salah, supaya tidak lupa bahwa gempa bumi, termasuk COVID-19 ini, bagian dari kehidupan kita," katanya.

Ia menjelaskan, wilayah Kabupaten Bantul dan sekitarnya menghadapi gempa bumi dengan magnitudo 5,9 yang berdampak besar pada 27 Mei 2006 dan masih menghadapi potensi gempa, yang tidak dapat diperkirakan kapan datangnya.

"Kita tidak mengetahui kapan gempa terjadi lagi, tetapi kemungkinan bisa terjadi lagi di tempat yang sama, maka kalau kita siap siaga dengan komandan Kepala BPBD bisa memberikan edukasi dan simulasi agar paling tidak masyarakat tahu apa yang akan dilakukan saat gempa terjadi," katanya.

Guna meminimalkan dampak gempa, ia mengatakan, warga antara lain bisa mengecek ketahanan bangunan tempat tinggal dan bangunan di sekitarnya terhadap gempa dan memperbaikinya jika menilai bangunan tersebut belum tahan gempa.

Ia juga mengutip penjelasan ahli geologi yang menyatakan bahwa gempa merupakan bagian dari proses geologi yang berlangsung terus menerus.

"Sampai sekarang tidak berhenti. Kalau proses geologi berhenti maka dunia mati. Gunung-gunung meletus, gempa-gempa terjadi, namun kita syukuri gempa-gempa terjadi kecil, tapi jangan besar, kita berdoa seperti itu," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor : Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2024